Bupati Jember Hendy Siswanto saat memimpin audiensi dengan warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, Jember saat audiensi di Pendopo Wahyawibawagra, Sabtu (11/9) sore.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Bupati Jember Hendy Siswanto bersama Wakil Bupati Firjaun Barlaman (Gus Firjaun) menerima keluhan terkait tambak udang vaname di sepanjang pesisir pantai Kepanjen Gumukmas. Keluhan itu disampaikan warga Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas, Jember saat audiensi di Pendopo Wahyawibawagra, Sabtu (11/9) sore.
Dalam audiensi itu, warga menyampaikan bahwa aktivitas tambak udang selama ini benyak mengakibatkan kerusakan terhadap lingkungan pertanian. Terlebih, limbah dari tambak udang tersebut dibuang langsung ke laut. Hal itu menyebabkan rusaknya ekosistem biota laut yang merugikan para nelayan.
BACA JUGA:
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
- Targetkan Renovasi 1.000 RTLH pada 2026, Gus Fawait Galakkan Program Pengentasan Kemiskinan
“Lahan rusak, tanam cabe, kates, dan semangka itu ndak bisa. Karena kena uap dari kincir itu,” ungkap perwakilan warga, Setyo Ramires.
Warga meminta agar pemerintah melakukan penertiban terhadap tambak tersebut. Sebab, tidak hanya lahan pertanian yang terdampak, namun limbah yang dihasilkan dari tambak udang juga mengancam kelestarian pantai pesisir selatan. Hal ini berdasarkan pengamatan BKSDA.
“Adanya Pulau Nusa Barong seperti penghalang dari tsunami, keunikan ekosistem pulau kecil, potensi penelitian, hingga tempat berteduh untuk nelayan bila terjadi ombak besar, akan terancam keberadaanya terhadap limbah-limbah itu,” ucapnya.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




