Sudah lama saya dengar –dari dokter ahli Indonesia– bahwa ilmu kedokteran di Iran sangat maju. Transplant apa saja bisa. Termasuk transplant pankreas dan sumsum. Bahkan kemampuan di bidang stemcell-nya masuk lima terbaik dunia.
Tapi baru sekali ini saya tahu: ada orang Indonesia memutuskan melakukan transplantasi hati ke Iran. Berarti Tiongkok bukan satu-satunya pilihan lagi. Atau Singapura.
BACA JUGA:Kritik Tajam Piala Dunia 2026: FIFA Dituduh Rakus, Pemain Diperas, hingga Masalah Diskriminasi Fans
Yang transplantasi hati ke Iran itu seorang wanita. Janda. Dengan donor putrinya sendiri.
Sang putri berumur 22 tahun. Masih kuliah di semester akhir di Universitas Trisakti Jakarta. Jurusan arsitektur.










