Para jurnalis di Bangkalan saat melakukan aksi di depan Makam Pahlawan Bangkalan, Rabu (24/3/2021). (foto: ist)
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Para awak media di Bangkalan meminta pihak kepolisian agar segera menetapkan tersangka dan menangkap pelaku kekerasan dan pelecehan terhadap salah satu jurnalis di Situbondo saat melakukan tugas kejurnalistikan.
Mereka menilai perilaku dua Staf Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada wartawan itu arogan dan mematikan demokrasi, mengingat jurnalis adalah pilar demokrasi keempat.
BACA JUGA:
- Viral Teror Pocong Bersajam Resahkan Warga, Polres Bangkalan: UIah Iseng Tiga Pemuda
- Ricuh di Arena Sabung Ayam Perbatasan Bangkalan-Sampang, Polisi Belum Beri Penjelasan
- Jelang Iduladha, Pasar Tumpah dan Jual Beli Kurban Picu Macet Parah di Blega dan Patemon Bangkalan
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
"Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas pelaku tindakan penganiayaan terhadap salah satu Jurnalis JTV di Situbondo," ujar Mahallil Wasit, Ketua Aliansi Jurnalis Bangkalan saat menyampaikan orasi di depan Makam Pahlawan Bangkalan, Rabu (24/3/2021).
Selain itu, para peserta aksi juga membentangkan poster-poster yang bertuliskan "Jurnalis yang diundang, Jurnalis yang ditendang", "Meminta Presiden Joko Widodo untuk memecat Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono", "Presiden dapat memberikan kuliah umum lagi bagi pembantunya, agar dapat memahami kerja Jurnalistik", dan lain sebagainya.
Sebagaimana diketahui, jurnalis bekerja sesuai Pasal 3 dan 4 UU No. 40 Tahun 1999 yang kurang lebih berbunyi, "Wartawan memiliki hak mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan, informasi, dan wartawan mendapatkan perlindungan hukum".

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




