Senin, 10 Mei 2021 04:51

​Gubernur Khofifah Resmikan Trauma Centre dan Intensive Care RSUD. dr. Soedono Madiun

Kamis, 04 Februari 2021 10:19 WIB
Editor: mma
​Gubernur Khofifah Resmikan Trauma Centre dan Intensive Care RSUD. dr. Soedono Madiun
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Gedung Trauma Centre dan Intensive Care di Madiun, Rabu (3/2/2021). Foto: idt

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Berbagai upaya pengembangan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Rumah Sakit milik Pemprov Jatim. Kali ini, bertempat di RSUD. dr. Soedono Madiun, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Gedung Trauma Centre dan Intensive Care.

Gedung Trauma Center dan Intensive Care ini sendiri terdiri dari 8 lantai yang di antaranya diperuntukkan untuk pelayanan OK emergency, Pelayanan Ponek sebanyak 25 Tempat Tidur, Skill Lab dan High Care Unit, serta pelayanan ICCU dan ICU yang masing-masing berkapasitas 18 Tempat Tidur.

Dengan diresmikannya gedung ini, Gubernur Khofifah terus mendorong rumah sakit-rumah sakit milik Pemprov Jatim untuk bisa menjadi center of excellent di bidang-bidang tertentu. Pihaknya mencontohkan, seperti RSUD Dr. Soetomo dalam bidang stem cell, kemudian RSUD dr. Saiful Anwar Malang dalam bidang penyakit ginjal, dan RSUD. dr. Soedono Madiun dalam bidang trauma center.

“Saat ini mungkin Trauma Center ini belum satu paket dengan psychosocial therapy, namun ke depannya kami harap ini bisa jadi satu paket. Karena psychosocial therapy ini mampu mendorong motivasi seseorang, mendorong semangat untuk bangkit, melakukan sesuatu dengan penuh harapan dan positif thinking. Ini penting sebagai referensi tidak hanya bagi warga di wilayah Mataraman, tapi juga di daerah lain,” kata Gubernur Khofifah, Rabu (3/2),

BACA JUGA : 

Cek Harga Sembako bersama Gus Ipul, Khofifah Support Renovasi Pasar Besar Pasuruan

Kunjungi Showroom Bipang Jangkar di Pasuruan, Gubernur Khofifah: Halal dan Melegenda

​Pisah Sambut Pangkoarmada II di Atas KRI Bima Suci, Khofifah Minta Sinergitas Dilanjutkan

​Sertijab Bupati-Wabup Pacitan, Khofifah: Jatim Penyumbang Padi 18,2% Tertinggi se-Indonesia

Menurut Khofifah, dengan spesifikasi center of excellent di bidang-bidang tertentu, maka akan memudahkan penempatan kualifikasi SDM di rumah sakit-rumah sakit tersebut.

“Dengan begitu, maka spesifikasi peran seperti ini akan menjadikan makin produktif dan profesional, karena memang layanan kesehatan kita makin hari sebetulnya makin mendapatkan ruang baik dari perencanaan nasional maupun derah,” kata Khofifah.

Untuk itu, Khofifah meminta rumah sakit terutama milik Pemprov Jatim untuk terus meningkatkan kualitas diri dan kualitas layanan. Salah satunya dengan memberikan penguatan di bidang SDM-nya.

“Apakah SDM yang ada sudah tercukupi atau belum. Artinya layanan baru ini akan berseiring dengan penguatan SDM sesuai kebutuhan operasional serta pengembangannnya. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat yang besar baik bagi masyarakat di Madiun maupun di wilayah mataraman dan sekitarnya,” katanya.

Lebih lanjut menurutnya, peresmian Gedung Trauma Centre dan Intensive Care ini menjadi bagian dari proses penguatan derajat kesehatan masyarakat. Bahwa dalam RPJMN yang kemudian dijabarkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP), terdapat reformasi Sistem Kesehatan Nasional. RKP ini juga telah dijabarkan dalam RKPD Provinsi maupun RKPD kab/kota.

“Peningkatan derajat kesehatan ini akan menjadi satu kesatuan dari peningkatan IPM. Seperti yang disampaikan Pak Presiden bahwa untuk mewujudkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing maka tugas yang harus kita lakukan adalah menurunkan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” urai Khofifah.

Untuk itu, penurunan angka stunting, AKI dan AKB ini harus menjadi satu kesatuan. Hal ini dikarenakan ketiga hal tersebut menjadi referensi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas SDM dan daya saing.

“Peresmian gedung ini merupakan bagian dari penguatan karena makin representatif dan makin luas pelayanan rumah sakit ini tentu akan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan disini. Dengan begitu sektor-sektor lain akan mengikuti. Mudah-mudahan ini juga menjadi bagian dari penguatan IPM di Kota Madiun,” pungkas gubernur perempuan pertama di Jatim ini. (*) 

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...