Mantan Ajudan Muhaimin Iskandar ini juga melihat secara langsung, bagaimana tata krama atau adab seorang ulama saat tidur. Hal itu dia saksikan dari sosok Kiai Kusni, yang saat tidur pun sangat santun, hingga membuat teman sekamar nyaman.
"Saya tentu sangat merasa kehilangan atas wafatnya Kiai Kusni. Namun, semua orang memang harus berpulang kepada-Nya. Saya jadi saksi kalau almarhum orang yang baik dan Insya Allah husnul khotimah," ujar Alumnus Santri Pondok Pesantren PETA Tulungagung ini.
Senada, Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslachah turut merasa kehilangan dengan wafatnya K.H. Kusni. Rasa kehilangan tersebut karena Kiai Kusni tidak hanya sama-sama kader partai, namun juga mitra kerja berjuang di Parlemen Jawa Timur.
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur itu mengenang Kiai Kusni sebagai politikus senior yang sangat mengayomi dan menjadi teladan juniornya di partai. Kiai Kusni adalah sosok pejuang pendidikan, utamanya pendidikan pesantren.










