“Waktu itu pertama sudah jadi mau uji coba ternyata gagal. Akhirnya ngga dipakai sampai sekarang, terus akhirnya ditinggal ngga ada solusi. Uji coba kalau berhasil ada beberapa titik, ternyata gak berhasil, gak berfungsi, dan terbengkalai,” ujarnya, Senin (23/11/20).
Bahkan, pasca uji coba, bangunan IPAL yang menelan anggaran Rp 1,2 miliar itu dibiarkan begitu saja. Karena IPAL tersebut tak berfungsi, Wiwik mengaku enggan disalahkan soal limbah pembuatan tahu, yang dibuang ke sungai.
“Kalau gini mau nyalahkan saya, akhirnya tadi saya stop. Sementara langsung ke sungai,” tegasnya.











