Salah satu singa afrika yang ada di TWSL.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) Kota Probolinggo berencana akan mengajukan anggaran pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2020. Rencana itu dilakukan lantaran pihak pengelola khawatir dana anggaran untuk pakan satwa mengalami kekurangan.
“Anggaran untuk pakan kedua singa afrika itu tidak masuk pada anggaran tahun 2020. Jadi dikhawatirkan kurang, kita berencana akan mengajukan anggaran pada Pemkot Probolinggo,” ujar Kepala UPT TWSL Kota Probolinggo, Akbarul Husaini kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (23/6/2020).
BACA JUGA:
- Namanya Dicatut Jadi Modus Penipuan, Wali Kota Probolinggo Minta Masyarakat Hati-Hati
- PT Anugerah Jaya Megah Beri Bantuan Meja,Kursi dan Beasiswa ke Yayasan Nurul Islam Kota Probolinggo
- Reses, PKS Kota Probolinggo Singgung Perda Retribusi Hiburan
- Bangun Generasi Qurani, MUI Kota Probolinggo Gelar Tadribul Qurra
Menurutnya, dana untuk pakan satwa di TWSL memang tidak mengalami pergeseran anggaran. Karena memang biaya pakannya sangat mahal. Terutama untuk satwa yang menu makanannya daging seperti kedua singa afrika, buaya, dan beruang madu.
“Yang paling banyak pakannya itu kedua singa afrika. Dalam sehari, singa bernama Jane itu menghabiskan 6 kg daging, sedangkan singa bernama Fera menghabiskan 3 kg daging," ungkapnya.
Akbarul Khusaini menambahkan, Jane sempat mengalami penurunan berat badan. Itu dikarenakan Jane mengalami cacingan dan stres, sehingga membutuhkan perawatan, “Sekarang berat badannya kembali normal 150 kg,” imbuhnya.
Saat ditanya kapan TWSL kembali dibuka untuk pengunjung, Akbarul Khusaini mengaku masih menuggu petunjuk dari wali kota, “Kita masih menunggu petunjuk dari wali kota. Kalau nanti dibuka, kita tetap akan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya. (prb1/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




