Semua penduduk Saudi Arabia yang kedapatan keluar rumah, langsung dilakukan uji swab. foto: alarabiya.net
BANGSAONLINE.com – Keputusan meniadakan haji bagi jemaah Indonesia adalah tepat, sebab Saudi Arabia sampai saat ini tetap berjibaku menangani kasus Covid-19 yang kian melambung.
Arab Saudi melaporkan 1.881 kasus baru virus corona, yang meningkatkan jumlah total kasus yang dikonfirmasi di Kerajaan menjadi 87.142. Kementerian Kesehatan mengumumkan, Senin waktu setempat, jumlah kematian terkait virus naik menjadi 525 setelah 24 orang meninggal.
BACA JUGA:
- Iran Tangguhkan Perundingan dengan AS, Pasca-Serangan Israel ke Lebanon
- Pelaksanaan Haji 2026 Dianggap Ada Energi Baru, Inilah Profil Gus Irfan, Menteri Haji dan Umrah RI
- Idul Adha, Qurban dan Haji: Ritual Berdimensi Revolusi Sosial Ekonomi Paling Dahsyat
- Dam Haji: Sah secara Syariat, Maslahat secara Sosial dan Menenangkan Umat
Sebagian besar penderita baru, terjangkit di ibu kota Riyadh, di mana 668 infeksi terdeteksi. Jumlah tertinggi kedua kasus baru terdeteksi di Jeddah, di mana pihak berwenang melaporkan 298 infeksi baru. Kasus-kasus lain dikonfirmasi di kota-kota dan provinsi-provinsi di seluruh Kerajaan.
Sebanyak 1.864 orang pulih dari virus pada hari Senin. Ini membuat jumlah total pemulihan di Arab Saudi menjadi 64.306.
Menteri Kesehatan Arab Saudi Dr Tawfiq al-Rabiah pada hari Sabtu mengatakan bahwa lebih dari 70 persen kasus di lingkungan Kerajaan, telah sembuh. “Ini berkat hasil dari protokol perawatan negara. Kami memiliki protokol perawatan yang dikembangkan oleh para ahli Saudi," kata al-Rabiah.
"Protokol-protokol ini terus diperbarui dengan perkembangan global baru yang terkait dengan perawatan dan prosedur," tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




