Rabu, 15 Juli 2020 08:22

Polres Gresik Bekuk 3 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan Anggota Ansor dan 5 Warga

Senin, 23 Maret 2020 20:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Polres Gresik Bekuk 3 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan Anggota Ansor dan 5 Warga
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo ketika mengekspos 3 pelaku. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Janji Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo bisa menangkap komplotan geng motor yang melakukan penganiayaan terhadap anggota Ansor Gresik dan lima warga dalam jangka waktu 3 hari, dibuktikan.

Petugas Satrekrim Polres Gresik berhasil mengamankan tiga dari sebelas pelaku. Ketiga pelaku tersebut adalah Aiko (20) warga Kecamatan Cerme, Yopi (19) warga Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, dan AP (16), warga Kecamatan Gresik.

Sementara 8 pelaku lain yang diketahui berinisial YNO, AR, FR, AF, VY, DN, HR dan UY ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan sedang buron.

Senin (23/3), ketiga pelaku diekspos kapolres Gresik bersama barang bukti (BB) di halaman Mapolres Gresik. "Tiga pelaku berhasil kami tangkap dan 8 pelaku lain kami tetapkan DPO," ujar kapolres.

Menurut dia, para pelaku itu beraksi di tiga tempat. "Yakni pada hari Sabtu (21/3) jam 01.00, jam 01.30, dan jam 02.00 dini hari. Jeda waktunya kurang lebih 30 menit saat melakukan aksi," ungkapnya.

Menurut kapolres, berdasarkan laporan para korban dan hasil penyidikan, mereka tiba-tiba didatangi oleh segerombolan pelaku dengan mengendarai motor. 

"Para pelaku tanpa bertanya langsung melakukan penganiayaan terhadap para korban. Ada yang dipukul, ditendang, dipukul pakai celurit, dan paving. Dari situ kita lalu melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya," jelasnya.

Hasilnya, dalam waktu singkat polisi berhasil mengungkap kasus ini dan berhasil membekuk tiga pelaku. "Polisi tak akan berhenti pada tiga pelaku ini, namun akan memburu 8 pelaku lainnya yang telah ditetapkan DPO," terangnya.

Ditambahkan kapolres, motif yang dilakukan oleh para pelaku yakni ingin menunjukkan eksistensi atau aktualisasi diri. Sebelum melakukan kekerasan, para pelaku sempat nongkrong dan minum minuman keras (miras) terlebih dahulu.

Barang bukti (BB)) yang diamankan polisi di antaranya 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion, 1 unit Honda Beat, kaos hitam berlogo Senopati Sapujagat dan masker warna hitam. "Atas perbuatan para pelaku diterapkan pasal 170 KUHP, tentang penganiayaan atau kekerasan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...