Sabtu, 28 November 2020 14:32

Polres Gresik Bekuk 3 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan Anggota Ansor dan 5 Warga

Senin, 23 Maret 2020 20:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Polres Gresik Bekuk 3 Anggota Geng Motor Pelaku Penganiayaan Anggota Ansor dan 5 Warga
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo ketika mengekspos 3 pelaku. Foto: SYUHUD/BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Janji Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo bisa menangkap komplotan geng motor yang melakukan penganiayaan terhadap anggota Ansor Gresik dan lima warga dalam jangka waktu 3 hari, dibuktikan.

Petugas Satrekrim Polres Gresik berhasil mengamankan tiga dari sebelas pelaku. Ketiga pelaku tersebut adalah Aiko (20) warga Kecamatan Cerme, Yopi (19) warga Kedungadem Kabupaten Bojonegoro, dan AP (16), warga Kecamatan Gresik.

Sementara 8 pelaku lain yang diketahui berinisial YNO, AR, FR, AF, VY, DN, HR dan UY ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan sedang buron.

Senin (23/3), ketiga pelaku diekspos kapolres Gresik bersama barang bukti (BB) di halaman Mapolres Gresik. "Tiga pelaku berhasil kami tangkap dan 8 pelaku lain kami tetapkan DPO," ujar kapolres.

Menurut dia, para pelaku itu beraksi di tiga tempat. "Yakni pada hari Sabtu (21/3) jam 01.00, jam 01.30, dan jam 02.00 dini hari. Jeda waktunya kurang lebih 30 menit saat melakukan aksi," ungkapnya.

Menurut kapolres, berdasarkan laporan para korban dan hasil penyidikan, mereka tiba-tiba didatangi oleh segerombolan pelaku dengan mengendarai motor. 

"Para pelaku tanpa bertanya langsung melakukan penganiayaan terhadap para korban. Ada yang dipukul, ditendang, dipukul pakai celurit, dan paving. Dari situ kita lalu melakukan penyelidikan untuk mengungkapnya," jelasnya.

Hasilnya, dalam waktu singkat polisi berhasil mengungkap kasus ini dan berhasil membekuk tiga pelaku. "Polisi tak akan berhenti pada tiga pelaku ini, namun akan memburu 8 pelaku lainnya yang telah ditetapkan DPO," terangnya.

Ditambahkan kapolres, motif yang dilakukan oleh para pelaku yakni ingin menunjukkan eksistensi atau aktualisasi diri. Sebelum melakukan kekerasan, para pelaku sempat nongkrong dan minum minuman keras (miras) terlebih dahulu.

Barang bukti (BB)) yang diamankan polisi di antaranya 1 unit sepeda motor Yamaha Vixion, 1 unit Honda Beat, kaos hitam berlogo Senopati Sapujagat dan masker warna hitam. "Atas perbuatan para pelaku diterapkan pasal 170 KUHP, tentang penganiayaan atau kekerasan secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...