Secara bergantian mereka melakukan orasi tentang dampak dari pengesahan RUU Cika tersebut. "Tolak Omnibus Law, karena kita adalah orang yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kesejahteraan itu bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan bagi investor itu," kata salah seorang orator.
Karena merugikan buruh, para pengunjuk rasa menilai aspek sosiologis dalam kaidah pembentukan UU seakan dibuat-buat dan tidak menggambarkan kebutuhan masyarakat.
Menurut mereka, terbentuknya RUU Cika hanya terletak pada semangat negara dalam menaikkan jumlah investasi.
Aksi unjuk rasa tersebut dikawal ketat oleh ratusan polisi. Barikade kawat berduri juga dipasang mengelilingi sekitar pagar Gedung DPRD Jember.










