Ketua DPRD Gresik Fandi Akhmad Yani saat menemui pendemo. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani menemui massa gabungan LSM yang menggelar demo di depan gedung dewan, Selasa (14/1). Di hadapan para pendemo yang tergabung dalam Komite Masyarakat Pejuang Anti Korupsi (Kompak) itu, Yani berjanji akan berupaya mewujudkan tuntutan utama mereka. Yakni, agar Andhy Hendro Wijaya yang saat ini menjalani proses hukum terkait kasus korupsi di BPPKAD dinonaktifkan dari jabatan Sekda.
Meski demikian, pria yang akrab disapa Gus Yani tersebut juga meminta massa mengedepankan asas praduga tak bersalah.
BACA JUGA:
- Golkar Tunjuk Wongso Negoro Jadi Wakil Ketua DPRD Gresik PAW, Targetkan 11 Kursi pada 2029
- Bupati Gresik Paparkan Silpa Rp452 Miliar di APBD 2025
- Bupati Gresik dan Dewan Komitmen Tuntaskan Perbaikan Jalan Poros Desa
- Usai Viral Ketua DPRD Gresik Ajak Pendemo Berkelahi, Kini Muncul Tagar PrayForSyahrul di Medsos
Ia juga menyanggupi tuntutan pendemo agar DPRD Gresik membentuk panitia khusus (Pansus) anti korupsi. Untuk menindaklanjuti hal ini, lanjut politikus PKB tersebut, pihaknya akan menggelar rapat dengan pimpinan DPRD lain dan Komisi I.
"Pembentukan pansus ini tak bisa kami lakukan sendiri. Sebab, keputusan yang diambil sifatnya kolektif kolegial," ujarnya.
Melalui Pansus itulah, nanti dewan akan mempertanyakan alasan bupati belum menonaktifkan Sekda Gresik. Gus Yani juga mengajak para LSM ikut mengawal kinerja Pansus tersebut. "Saya mengajak agar sama-sama mengawal kasus ini," pungkasnya. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




