"Dulu memberi kesempatan pada Suko Wiyono karena segera pensiun. Maka Supomo siap. Akan tetapi aturan PNS berubah, jadi eselon 2 bisa 60 tahun. Pas saat itu sekkab sekarang pas sudah dilantik. Seharusnya Suko Wiyono hutang dan balas budi pada Supomo. Yang dulu ngalah demi seniornya," tutur pria yang akrab disapa dengan Nano ini.
Di lain pihak, Kepala Bapemas dan Pemdes Sanyoto yang juga dikabarkan sebagai kandidat kuat Sekda Pacitan mendapat dorongan dari politikus partai Demokrat, Arif Setya Budi. Menurutnya, Sanyoto punya segudang pengalaman serta memiliki karekteristik andap asor, namun juga ada ketegasan.
"Beliau punya karakter mong tinemong atau bisa menjadi guru atau orang tua," kata Arif Setya Budi.
"Pada prinsipnya, semua calon punya kompetensi. Saya hanya memberikan komentar satu di antara calon yang ada. Ini bukan berarti sebagai bentuk dukungan. Sebab sekkab itu pejabat karir dan bukan pejabat politik," jelas Arif yang juga caleg terpilih dalam Pileg 2019 ini.










