Kamis, 02 Juli 2020 16:44

Kembangkan Produksi Holtikultura dari Hulu ke Hilir, Gubernur Khofifah Inisiasi Jatim Incorporated

Rabu, 17 Juli 2019 00:54 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Didi Rosadi
Kembangkan Produksi Holtikultura dari Hulu ke Hilir, Gubernur Khofifah Inisiasi Jatim Incorporated
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berbincang bersama dengan Direksi PT. Palawija Gosari di Gedung Negara Grahadi Surabaya. foto: ist

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah serius mengakselerasi pengembangan sektor pertanian dari hulu hingga ke hilir. Salah satu strateginya dengan menjajaki pembentukan institusi yang menangani industri hortikultura yang rencananya dinamakan Jatim Incorporated. Rencana pembentukan lembaga itu dimaksudkan untuk memberikan nilai tambah pada produksi hasil holtikultura dengan prinsip petik olah kemas jual.

"Saat ini saya tengah berkonsultasi dengan ahli hukum guna mendapatkan pendapat yang legal dan bersifat administratif terkait pendirian lembaga tersebut," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai melakukan pertemuan dengan PT. Polowijo Gosari Group di Gedung Negara Grahadi, Selasa (16/7).

Khofifah mengatakan, ia seringkali menyampaikan usulan terkait prinsip petik olah kemas jual, sehingga banyak pihak yang merespons. Salah satunya PT. Polowijo Gosari Group. Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan hasil pertanian ini menjadi salah satu yang akan digandeng Pemprov Jatim.

"Saya berkali-kali menyampaikan tentang petik, olah, kemas, jual. Saking seringnya lalu banyak yang merespons. Seperti Polowijo ini, dulu saya sudah sempat ke sana, dan menyampaikan itu, ternyata mereka langsung mencoba dan menerapkannya," kata Khofifah.

Menurutnya, salah satu yang sudah dikembangkan PT. Polowijo Gosari Group adalah mangga. Perusahaan ini sudah memproduksi olahan mangga menjadi dodol dan es krim. Hasil olahan tersebut bahkan sudah menembus toko modern. Tidak hanya itu, buah hasil petik yang memenuhi quality control bahkan sudah tembus ekspor.

Ke depan, ia meminta PT. Polowijo Gosari Group untuk mengembangkan manisan mangga. Alasannya, potensi mangga di Jawa Timur cukup besar, mencakup wilayah Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Bondowoso, hingga Madura.

"Hal ini dilakukan agar saat oversupply (harganya) tidak murah. Harus ada data produksi dan distribusi. Sehingga kita bisa melakukan pemetaan yang butuh pengolahan berapa banyak, berapa yang bisa diolah dan cocoknya diolah dalam bentuk apa," tandas mantan Menteri Sosial ini.

Khofifah menyebut jika ada pemetaan tersebut, masyarakat akan mengurangi kebiasaan petik langsung jual. Saat over supply, proses akan terbagi dua, yakni buah yang dijual dalam bentuk olahan dan non olahan.

"Nanti kalau sudah jalan, kita akan sampaikan ke bupati yang punya produksi mangga besar, kita petakan dimana kita bisa lakukan petik olah kemas jual," ucap Khofifah.

Bahas Durian, Buah Naga, dan Coklat

Tak hanya soal mangga, pertemuan juga membahas soal durian. Rencananya bersama Litbang Pertanian, Pemprov Jatim akan dilakukan re-planting atau penanaman ulang untuk menggantikan tanaman durian yang punya kualitas kurang bagus.

Penanaman ulang ini sudah diujicobakan di Pasuruan. Sembari menunggu hasilnya, Pemprov kini tengah mencari lahan luas yang bisa ditanami durian secara massif. Pemprov juga memilah bibit unggul dan varietas yang akan dipromosikan.

"Juga untuk buah naga. Kemarin saat panen, terjadi oversupply harga jatuh. Sekarang memang harganya sudah sangat kompetitif. Tapi harus disiapkan opsi nanti kalau musim panen raya lagi bagaimana, pengolahan pasca panennya harus disiapkan," ucap Khofifah.

Produk lain yang juga jadi fokus pengembangan adalah kakao atau coklat. Khofifah ingin ada peningkatan pengolahan hingga produk akhir sehingga makin tinggi daya saingnya, seperti dikemas indah dan siap dijual lebih luas sebagai oleh-oleh maupun hadiah.

"Saat ini coklat bisa dipamerkan di Asrama Haji untuk oleh-oleh jama'ah haji sebagai pengganti coklat Arab, coklat kita sama dengan coklat di Arab yang iklimnya tropis," tambahnya.

Produk akhir bidang pertanian dan holtikultura di Jatim, lanjutnya, memang sudah banyak dikembangkan. Namun jika bisa melakukan pendampingan lebih banyak pada sektor downstream-nya, maka hal ini akan mendukung upaya Pemprov dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menurunkan angka kemiskinan di Jawa Timur. (mdr/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 01 Juli 2020 09:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan al...