“Warga NU, para kader NU, karena satu dan lain hal, beberapa orang PIN perilakunya tak sejalan dengan kiai-kiai NU, maka di samping saya Marzuki mengundurkan diri dari kepenasehatan PIN, saya imbau agar kader NU tak usah ikut PIN dan yang sudah ikut PIN segera keluar,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Sukun Malang Jawa Timur itu.
Karuan saja warga NU – terutama kiai dan pengurus NU – bertanya-tanya. Di grup-grup WA kiai dan kader NU bahkan muncul pertanyaan aneh-aneh. “PIN itu makanan apa,” tanya salah seorang di grup WA kiai-kiai NU. Mereka mengaku baru dengar kalau ada organisasi bernama PIN yang dikaitkan-kaitkan dengan NU.
Nah, berangkat dari kegelisahan warga NU itu, BANGSAONLINE.com melakukan investigasi rekam jejak organisasi yang berdiri pada Jumat 13 Juli 2018 lalu itu. Ternyata organisasi baru yang mengklaim sebagai pejuang itu belum ditemukan jejak perjuangannya.
“Ya betul, memang belum berjuang ha…ha..ha… Mau berjuang gimana, belum ada yang diperjuangkan, malah antar teman saling tendang,” kata H Abdullah Farich, Ketua PIN Jawa Timur kepada BANGSAONLINE.com sembari tertawa, Senin (17/6/2019).










