Rabu, 22 Mei 2019 18:46

​Di Garut dan Pangandaran, Kiai Asep Ingatkan Bahaya Wahabi Berkuasa Jika Jokowi Kalah

Rabu, 27 Februari 2019 19:04 WIB
Editor: Tim
Wartawan: --
​Di Garut dan Pangandaran, Kiai Asep Ingatkan Bahaya Wahabi Berkuasa Jika Jokowi Kalah
Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA saat memberikan taushiyah politik di Garut Jawa Barat, Selasa (25/2/2019). Foto: bangsaonline.com

GARUT, BANGSAONLINE.com - Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) memenuhi halaman Pondok Pesantren Salaman Fauzan 3 Sukaresmi Garut Jawa Barat, Selasa (25/2/2019). Warga NU yang terdiri dari pengurus NU, Muslimat NU dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu menghadiri acara Silaturahim Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) dan Pengurus Nahdlatul Ulama Se-Kabupaten Garut Jawa Barat.

Hadir pada acara yang berlangsung mulai pagi hari itu Ketua Dewan Penasehat JKSN Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA dan Ketua Umum JKSN KH Muhammad Roziqi.

(Ketua Umum JKSN KH Muhammad Roziqi. foto: bangsaonline.com)

Kiai Asep selain menyampaikan taushiyah politik juga memimpin doa. "Jika dulu di sini (Garut) Pak Jokowi hanya dapat 29 persen, kita balik, Pak Jokowi menang 70 persen bahkan 80 persen," kata Kiai Asep Saifuddin Chalim yang spontan diamini ribuan warga NU yang hadir.

Menurut Kiai Asep, warga NU harus memilih Jokowi karena ditinjau dari segi apapun presiden RI itu lebih baik. "Salatnya baik, zakatnya baik," kata Kiai Asep sembari memberikan testimoni bahwa ia menyaksikan sendiri saat Jokowi salat di tempat tawaf Makah. 

"Pak Jokowi tiap tahun juga mengumumkan zakat hartanya," katanya. Bahkan Jokowi, tutur Kiai Asep, juga puasa Senin-Kamis. "Jadi warga NU harus memilih calon presiden yang salat, jangan pilih calon presiden yang tidak salat," tegasnya yang disambut tepuk tangan.

(Warga NU membludak mendenganrkan ceramah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Garut Jawa Barat, Selasa (25/2/2019)

Menurut Kiai Asep, dalam al-Quran disebutkan bahwa seorang pemimpin harus menegakkan salat dan menunaikan zakat. “Sungguh pemimpin itu Allah dan Rasulullah dan orang beriman yang menegakkan salat dan menunaikan zakat serta taat beribadah,” tegas Kiai Asep mengutip arti ayat al-Quran.

Ia juga mengklarifikasi tentang tudingan negatif terhadap Jokowi terkait pihak asing. Ia membantah Jokowi pro asing. Justru, kata Kiai Asep, presiden-presiden sebelumnya yang menjual aset bangsa ke asing. "Kalau presiden-presiden sebelumnya menjual aset negara ke asing, sedang Pak Jokowi mengembalikan aset negara yang dikuasai asing ke pangkuan ibu pertiwi," ungkapnya.

Ia mencontohkan freeport yang dalam pemerintahan presiden sebelumnya, saham bangsa Indonesia hanya dapat 9 persen. Tapi pada era Jokowi bangsa Indonesia dapat 51 persen. Begitu juga blok mahakam dan rokan yang didalamnya banyak sumur minyak dan gas.

Kiai Asep juga menjelaskan bahwa Jokowi sukses membangun infrastruktur terutama jalan tol. "Ada yang bilang rakyat tak butuh aspal. Itu keliru. Karena untuk memajukan ekonomi bangsa kita harus membangun infrastruktur. La yatimmul wajib illa bihi fahuwa wajib," kata Kiai Asep.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur itu juga mengatakan bahwa Jokowi adalah presiden yang bisa dititipi paham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Bahkan Presiden Jokowi telah menetapkan Hari Santri Nasional. Karena itu warga NU harus memenangkan Jokowi.

"Kalau Pak Jokowi kalah, wanau'dzubillah, Ahlussunnah waljama'ah akan tergerus karena yang berkuasa adalah Wahabi," katanya. 

Kiai Asep juga mengingatkan warga NU tentang banyaknya hoax yang menimpa Jokowi. Menurut dia, kini muncul hoax lagi. "Ada informasi, nanti tiga bulan setelah Pak Jokowi menang Pak Ma'ruf Amin akan diganti oleh Ahok. Ini jelas hoax. Kok begitu bodohnya informasi ini," katanya.

Kiai Asep mengaku akan terus berjuang untuk memenangkan Jokowi dengan berbagai upaya, termasuk mengorbankan hartanya. Ia juga akan terus mendatangi wilayah-wilayah Jawa Barat yang dianggap suara Jokowi masih rawan.

"Saya akan menyisir ke beberapa wilayah di Jawa Barat untuk kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," kata Kiai Asep penuh semangat.

Usai acara pagi itu Kiai Asep memang langsung meluncur ke Pondok Pesantren Nurul Bayan Cimerak Pangandaran Jawa Barat. Kiai Asep baru sampai ke Pondok Pesantren Nurul Bayan Pangandaran setelah menempuh perjalanan darat selama 5 jam. 

(Warga NU di Pondok Pesantren Nurul Bayan Pangandaran Jawa Barat, Selasa (25/2/2019)

Di pesantren ini Kiai Asep bersama Kiai Muhammad Roziqi memberikan taushiyah politik pada acara Silaturahim JKSN bersama Kiai NU se-Kabupaten Pangandaran. Diiringi hujan deras sekitar 600 kiai NU itu antusias mengikuti pidato politik Kiai Asep.

Sementara Kiai Roziqi mengungkapkan bahwa JKSN berasal dari jaringan kiai yang pada pemilihan gubernur Jawa Timur memperjuangkan dan memenangkan Khofifah Indar Parawansa.

“Sekarang Gubernur Jawa Timur NU 24 karat. Kalau gubernur-gubernur sebelumnya ada yang NU-nya hanya 5 karat dan 10 karat, bahkan ada yang sekarat,” tegas Kiai Roziqi yang mantan kepala kanwil Depag Jawa Timur. Para warga NU yang hahdir langsung tertawa.

“Kiai Asep kemudian menginisiasi pendirian JKSN ini bersama Bu Khofifah untuk pemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin,” katanya. (tim)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...