Jumat, 23 Agustus 2019 17:12

Mantan Kajati Maruli Hutagalung Kasih Jempol Penangkapan Wisnu Wardhana

Rabu, 09 Januari 2019 13:47 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Didi Rosadi
Mantan Kajati Maruli Hutagalung Kasih Jempol Penangkapan Wisnu Wardhana
Maruli Hutagalung, S.H, M.H, Mantan Kajati Jatim. foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur Maruli Hutagalung mengapresiasi aksi kejaksaan yang berhasil menangkap Wisnu Wardhana (WW), terpidana kasus korupsi penjualan aset BUMD Jatim PT PWU yang sedang melarikan diri.

“Rakyat bangga dengan kiprah Kejati Jatim dan tim Kejari Surabaya yang tadi langsung dipimpin Pak Teguh Darmawan (Kajari Surabaya), yang sangat tegas dalam memburu koruptor,” ujar Maruli, Rabu (9/1).

Aksi penangkapan Wisnu Wardhana, Rabu (9/1) pagi, menyita perhatian publik. Bak di film action, terjadi kejar-kejaran antara tim intelejen kejaksaan dan Wisnu di wilayah Kenjeran, Surabaya.

Bahkan Wisnu yang lari bersama anaknya menabrakkan mobilnya ke motor milik tim intelejen kejaksaan. Motor tersebut dilindas oleh mobil Wisnu, bahkan sampai mengeluarkan asap.

Suasana mencekam karena Wisnu tetap menginjak pedal gas saat motor sudah dalam posisi terlindas. Tim intelejen menggedor kaca mobil Wisnu, hingga akhirnya Wisnu menyerah.

“Aksi penangkapan ini sangat efektif dalam mengirim pesan bahwa memang koruptor harus benar-benar diburu. Ini sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo untuk terus menegakkan hukum, mewujudkan Indonesia bebas korupsi,” ujar Maruli yang dikenal sebagai pengusut kasus penjualan aset BUMD Jatim itu pada 2016 lalu.

Dalam kasus ini, Kejaksaan telah menetapkan empat tersangka, yaitu Wisnu yang ketika itu menjadi Ketua Penjualan Aset PT PWU, Dirut PT PWU saat itu Dahlan Iskan, serta Sam Santoso dan Oepoyo (dua pihak swasta selaku pembeli aset BUMD Jatim PT PWU).

Kasus ini bermula dari penjualan dua aset milik BUMD Jatim PT PWU di Kediri dan Tulungagung pada 2003 yang merugikan negara Rp 11,07 miliar.

Wisnu divonis 3 tahun di Pengadilan Tipikor Surabaya. Kemudian Wisnu banding ke Pengadilan Tinggi Jatim yang menurunkan vonisnya menjadi 1 tahun penjara.

Tak puas, Kejaksaan Tinggi Jatim melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) yang kemudian pada Desember 2018 lalu menaikkan vonis Wisnu menjadi 6 tahun penjara. Setelah vonis MA turun itulah, Wisnu melarikan diri hingga tertangkap.

“Dalam kasus Wisnu, kita patut mengapresiasi MA yang telah menaikkan vonis dari jumlah tuntutan awal. Telah lahir Artidjo-Artidjo baru di MA sebagai garda terakhir pemberantasan korupsi,” tegas Maruli yang kini menjadi politisi Partai NasDem. Maruli merujuk pada hakim agung Artidjo Alkostar yang dikenal tegas pada koruptor.

Maruli menambahkan, momen penangkapan Wisnu juga semestinya menjadi momentum untuk meningkatkan tata kelola BUMD secara lebih profesional. “Sehingga bisa memberi manfaat bagi rakyat, bukan malah dijadikan lahan korupsi,” ujar Maruli yang dua kali mengantarkan kejaksaan tinggi yang dipimpinnya sebagai kejaksaan terbaik dalam pemberantasan korupsi. (mdr/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...