Di Depan 700 Kiai MWCNU-Ranting NU se-Surabaya, Kiai Asep: Wali Kota Surabaya Harus Kader NU

Secara lantang Kiai Asep mengingatkan kepada 700 pengurus NU, MUI dan Kormas se-Surabaya agar kita sadar bahwa selama ini dalam politik kita hanya jadi penonton saja.

”Selama ini warga NU selalu dimanfaatkan orang lain untuk mendukung dengan dikasih uang yang tak seberapa. Tapi setelah kita dukung dan jadi (walikota/DPRD/DPR RI) mereka malah tak pernah ingat warga NU,” tegas Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (NU) Pusat itu.

Yang paling menyakitkan, kata Kiai Asep Saifuddin, setelah mereka mencapai jabatan malah mengolok-ngolok kita. “Kita ingat saat menjelang akhir kampanye pilgub. Bu Risma Walikota Surabaya mengolok-olok Bu Khofifah. Padahal Bu Risma itu dulu minta dukungan Muslimat NU. Bu Risma itu didukung Muslimat NU. Tapi setelah jadi (walikota-red) malah mengolok-olok pimpinan Muslimat NU. Bu Khofifah itu pimpinan tertinggi Muslimat NU, kok berani-beraninya,” kata Kiai Asep berapi-api yang disambut teriakan Allahu Akbar oleh para kiai.

Karena itu, tegas Kiai Asep, ke depan kita tak boleh lagi mendukung orang lain. ”Kita harus mendukung kader kita sendiri, kader NU. Untuk Wali Kota Surabaya nanti kita harus mendukung kader sendiri dari NU,” kata Kiai Asep yang disambut takbir Allahu Akbar dan teriakan setuju.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: