Lanjut dia menyampaikan, selain permasalahan pupuk yang menjadi kendala, yakni langkah bibit dan modal. Mulai proses tanam hingga panen juga menjadi momok petani. Belum lagi harga jagung anjlok yang tidak sesuai dengan biaya pengeluaran.
Secara otomatis selama proses bercocok tanam masih merasa rugi. Akan tetapi, sejak adanya bantuan KUR dari pemerintah dan Surat Keputusan (SK) Perhutani Sosial petani lebih terbantu.
"Kalau sudah ada KUR ini kan bunganya murah. Jadi petani bisa menjangkaunya tanpa repot-repot pinjam tengkulak. Sedangkan, untuk pemberian SK kami sangat berterimakasih kepada pak Jokowi karena sudah peduli sama petani," imbuhnya.
Petani lain, Supri (56) petani asal Kabupaten Malang juga blak-blakan wadul presiden tentang kendala yang dihadapi petani. Ia mewakili petani Kabupaten Malang meminta, agar Pemerintah Pusat membantu petani dalam persedian pupuk. Selama prosen tanam diharapkan pupuk selalu tersedia dan merasa bwrsyukur jika harganya murah.










