Menelusuri Jejak Kampung Religi di Surabaya (1): Tempat Lahir NU, Layak Sandang Kota Religi

“Masyarakat menghargai perjuangan mereka. Buktinya ziarah terus diakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap orang-orang yang berjasa terhadap syiar Islam itu,” tegas alumnus Ilmu Sejarah UGM ini.

Sebut saja Makam Sunan Ampel, Sunan Bungkul, serta makam Waliyullah lainnya. Dari Masjid Agung Ampel zaman Majapahit hingga Masjid Kemayoran zaman Kolonial Belanda. Dari pesantren kuno yang tinggal nama hingga yang masih bertahan sampai saat ini seperti di Kampung Sidosermo.

Meski dikenal sebagai Kota Pahlawan, Surabaya tidak bisa menyembunyikan identitasnya sebagai salah satu destinasi wisata religi karena terdapat makam salah satu Walisongo, penyebar Islam pertama di tanah Jawa, yakni Sayyid Ali Rahmat atau Raden Rahmat yang bergelar Sunan Ampel.

Tidak hanya terkenal karena keberadaan Makam Sunan Ampel berikut Masjid Agungnya, Surabaya juga terkenal karena sebagai tempat kelahiran organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Nahdlatul Ulama (NU), tepatnya di Kampung Bubutan dan Kawatan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: