Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (14): Bangun Pesantren Al-Hikam setelah Mlincur

Kiai Hasyim Muzadi punya obsesi besar tentang lembaga pesantren yang bernafaskan Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja). Terutama setelah Kiai Hasyim Muzadi melihat perkembangan PBNU yang dinilai mulai dirasuki paham luar Aswaja. Kiai Hasyim Muzadi secara terang-terangan menyatakan bahwa PBNU kini telah terkontaminasi paham luar. Dan itu – menurut Kiai Hasyim Muzadi – tak lepas dari grand design pihak luar yang sengaja ingin menghancurkan NU.

”Mereka memasang orang-orang yang sepaham dengan mereka sebagai pengurus NU dan itu sudah berhasil,” kata Kiai Hasyim Muzadi.

Yang menarik, meski Kiai Hasyim Muzadi mengaku khatam sebagai pengurus NU, yaitu mulai ketua ranting hingga ketua umum PBNU, tapi ternyata pernah absen selama dua tahun. Itu terjadi saat Kiai Hasyim Muzadi masih sebagai pengurus lembaga di PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya menjadi sekretaris PWNU Jawa Timur.

Dalam masa non-aktif selama dua tahun di NU itu ternyata Kiai Hasyim Muzadi konsentrasi merintis pesantren mahasiswa al-Hikam Malang. Tampaknya Kiai Hasyim Muzadi saat itu sibuk mencari dana untuk membangun pesantrennya. Abdul Wahid Asa, aktivis NU satu angkatan dengan Kiai Hasyim Muzadi dan pernah bersama-sama mendirikan majalah Aula (majalah PWNU Jatim), bercerita bahwa Kiai Hasyim Muzadi absen di NU selama dua tahun itu memang konsentrasi merintis pesantren. Saat itu nama Kiai Hasyim Muzadi belum popular. Tapi Kiai Hasyim Muzadi aktif berceramah di beberapa tempat.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: