Kebiasaan Baik KH Hasyim Muzadi (12): Kiai Pertama yang Populerkan Istighotsah

Istighotsah bagi NU justru kebaikan dan keberkahan. Karena itu dalam acara istighotsah pertama yang digelar secara terbuka di Sidoarjo itu Kiai Hasyim Muzadi lalu menginstruksikan kepada PCNU sampai ranting NU untuk menggelar dan mentradisikan ritual istighotsah di tempatnya masing-masing.

Secara perlahan tapi pasti ritual istighotsah ini mulai tumbuh dan mentradisi di kalangan warga NU. Puncaknya cukup spektakuler ketika PWNU Jatim menggelar istighatsah di stadion Gelora 10 Nopember Tambak Sari Surabaya. Saat itu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai ketua umum PBNU sedang gencar-gencarnya mengkritik Presiden Soeharto yang dianggap korup dan otoriter dalam memimpin pemerintahan Orde Baru.

Kharisma Gus Dur yang luar biasa semakin menjadi daya tarik bagi orang NU untuk hadir dalam acara istighotsah di Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya itu. Dari berbagai daerah – terutama Jawa Timur – warga NU berbondong-bondong hadir ke acara istighotsah yang disebut-sebut menggetarkan langit itu. Apalagi saat itu para kiai yang duduk di panggung sama-sama sesenggukan menangis, termasuk Gus Dur dan Kiai Hasyim Muzadi. Saya masih ingat saat Kiai Hasyim Muzadi mengusap air matanya dengan sorban putih karena terus mengucur.

Dalam sejarah NU di Jawa Timur, acara istighotsah inilah sejarah paling sukses mengumpulkan massa. Karena meski digelar pada hari Ahad tapi Surabaya sempat macet. Saya masih ingat ketika Pak Sholeh Hayat, salah satu pengurus PWNU Jawa Timur, berbicara kepada wartawan yang intinya minta maaf kepada warga Surabaya karena jalanan-jalanan Surabaya macet.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: