Senin, 14 Oktober 2019 18:55

Disperindag Blitar Tunggu Aduan Masyarakat, Terkait Mie Instan Impor Non-Halal

Jumat, 03 Februari 2017 15:08 WIB
Disperindag Blitar Tunggu Aduan Masyarakat, Terkait Mie Instan Impor Non-Halal
ilustrasi

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Hingga saat ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Blitar masih belum mengambil tindakan, terkait dengan ditemukannya produk makanan impor berupa mie instan, yang beberapa minggu terakhir meresahkan masyarakat karena diduga mengandung bahan dari minyak babi.

Diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) perdagangan Disperindag Kabupaten Blitar Sri Astuti, sejauh ini pihaknya belum menerima aduan dari masyarakat terkait hal itu. Meski beberapa waktu lalu pihaknya sempat menemukan mie instan asal Korea itu di sebuah supermarket di kecamatan Wlingi.

"Kita memang sempat mengambil salah satu sampel mie dari sebuah supermarket di kecamatan Wlingi, namun itu karena pada kemasannya tidak ditemukan konten berbahasa Indonesia sehingga menyalahi aturan. Namun kita belum bisa memastikan apakah memang produk tersebut mengandung babi atau tidak. Selain itu sejauh ini juga belum ada aduan dari masyarakat," papar Sri Astuti kepada wartawan, Jumat (3/2).

Meski begitu, Sri Astuti mengaku pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyikapi hal itu. Pasalnya menurut Sri Astuti, peredaran makanan dan minuman impor yang belakangan membanjiri pasar memang perlu diwaspadai. Utamanya untuk produk-produk yang memang tidak mencantumkan label halal dan tidak ada konten bahasa Indonesia pada kemasannya.

"Memang kita perlu waspada dengan produk impor yang tidak mencangumkan label halal dan konten berbahasa Indonesia. Apalagi mayoritas warga Kabupaten Blitar kan muslim," jelasnya.

Sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blitar juga meminta umat islam agar lebih berhati-hati dalam memilih produk. Utamanya produk makanan dan minuman import.

Humas MUI Kabupaten Blitar Jamil Mashadi mengatakan, imbauan MUI itu didasari gencarnya informasi terkait dengan salah satu produk mie instan import yang diduga mengandung babi yang saat ini beredar luas, tak terkecuali di wilayah Kabupaten Blitar.

"Iya, sebenarnya dari MUI Kabupaten Blitar juga sudah mendengar hal itu, bahkan saat sidak beberapa waktu lalu bersama tim dari Pemkab Blitar, kami juga menjumpai produk tersebut di salah satu supermarket di kecamatan Wlingi. Oleh karena itu imbauan kita agar umat muslim lebih waspada dengan produk impor," papar Jamil Mashadi. (tri/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Senin, 14 Oktober 2019 10:04 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Rayap, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesa (KBBI), mengandung dua arti. Pertama, rayap adalah serangga (seperti semut) berwarna putih tidak bersayap. Kedua, rayap berarti orang yang mengeruk kantong orang lain.Dalam berbagai ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...