“Sambil bisik-bisik, beliau (Jokowi, red) mengatakan, kalau masih ingat, saat keliling ke daerah-daerah, ketemu kiai-kiai, para ulama, masyayikh, tolong sampaikan salam hormat saya pada beliau-beliau, kepada masyarakat karena masyayikh, ulama telah turut menjaga suhu toleransi di Indonesia,” kata Yenny menirukan kalimat Jokowi yang disampaikan kepadanya.
Perempuan kelahiran Jombang 29 Oktober 1974 ini juga memaparkan curhatan Jokowi tentang banyaknya hoax (berita bohong) yang menyimpang. Ia membeberkan bahwa Jokowi pernah menjadi korban hoax. Salah satunya Jokowi disebut anaknya orang yang termasuk PKI.
“Padahal ibunya beliau (Jokowi, red) sangat rajin menghadiri pengajian. Bahkan ibunya beliau salah satu teman mertuanya Pak Masruri Ghozali, ahli falak PBNU,” jelas Yenny.
Aktivis perempuan yang juga mantan wartawan ini kemudian mengajak hadirin untuk meluruskan hoax. “Jadi, hal seperti ini kewajiban kita semua untuk meluruskan kalau kita melihat berita-berita menyimpang, kita harus meluruskan. Karena pada saat ini suasana kebatinan masyarakat Indonesia sedang diaduk-aduk,” tandas Yenny.









