Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Jakarta.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Calon Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang ke-15. Agenda tersebut digelar di halaman Masjid Jami Al Munawwarah, Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Sabtu (21/12/2024).
Haul Gus Dur tahun ini mengusung tema “Menajamkan Nurani Membela yang Lemah”. Kegiatan itu dihadiri oleh keluarga, sahabat, dan kolega Gus Dur yang berbagi kenangan tentang sosok almarhum.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Lantik 65 Kepala Sekolah, Minta Prestasi Pendidikan Jatim Terus Ditingkatkan
- Jawa Timur Pertahankan Prestasi Tertinggi SNBP dan SNBT 2026
- Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji dari Jawa Timur, Khofifah Apresiasi Layanan Imigrasi
- WFH ASN Jatim Bergeser ke Jumat Mulai Juni, Gubernur Khofifah: Ikuti Arahan Mendagri
Yenny Wahid, putri Gus Dur, menyampaikan pandangannya tentang ayahnya mewakili keluarga. Selain itu, hadir pula Menteri Agama, Prof. Dr. Nazaruddin Umar, KH. Pandji Taufik, Romo Magnis Suseno, dan Sofyan Wanandi yang turut berbagi pengalaman mereka bersama Gus Dur dalam berbagai kesempatan.
Di sela-sela acara, Khofifah mengenang Gus Dur sebagai tokoh besar yang memiliki pengaruh mendalam dalam hidupnya. Ia mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi bagian dari lingkaran dekat Gus Dur, termasuk saat menjabat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan di era kepemimpinan Gus Dur sebagai Presiden RI ke-4.
“Saya sering menemani beliau jalan pagi, mendengarkan syair i’tirof yang menjadi kebiasaan Gus Dur mengurainya. Gus Dur adalah pribadi yang sederhana penuh wibawa, tetapi memiliki visi besar untuk bangsa ini,” tuturnya.
Khofifah juga mengingatkan Gus Dur sebagai tokoh yang mewariskan semangat toleransi dan keberagaman di Indonesia. Semasa hidupnya, Gus Dur dikenal memiliki ketajaman nurani dalam membela kaum lemah.
“Gus Dur adalah pemimpin yang berani mengambil langkah-langkah bersejarah, termasuk menjadi presiden pertama yang secara terbuka mengakui keberadaan kelompok minoritas Tionghoa di Indonesia. Beliau adalah teladan bagi kita semua dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” ujar Khofifah.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




