Senin, 27 Mei 2019 03:09

Guru Swasta Hamili Bocah Usia 16 Tahun Dibekuk Polres Jombang

Selasa, 22 November 2016 20:25 WIB
Wartawan: Romza
Guru Swasta Hamili Bocah Usia 16 Tahun Dibekuk Polres Jombang
Oknum guru swasta pelaku pencabulan saat di ruang pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polres Jombang, Selasa (22/11). foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Bukan memberi teladan, tapi justru menjerumuskan. Itulah kesimpulan yang dilakukan seorang oknum guru swasta berinisial CW, warga Kecamatan Ngoro yang mencabuli DA (16) hingga hamil, bocah yang juga berasal dari Kecamatan Ngoro. Akibat perbuatannya, kini oknum guru salah satu SD Negeri di Kecamatan Mojowarno tersebut mendekam di penjara setelah polisi membekuknya, Minggu (20/11) lalu.

Perilaku bejat CW terungkap setelah sang korban diketahui hamil. Karena pelaku tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti menjelaskan, awalnya pada tanggal 7 juli 2016 lalu, DA dan pelaku berkenalan melalui saudara korban di salah satu tempat. Setelah saling mengenal, hubungan pelaku dengan korban berlanjut dengan berkomunikasi melalui telepon seluler.

Pada saat hari raya lalu, sekitar pukul 11.00, pelaku mengajak ketemu korban di rumahnya. Atas permintaan tersebut, korban mendatangi rumah pelaku. Ketika itu, pelaku tengah sendirian di rumah karena kedua orang tuanya berada di Lampung.

“Saat mereka berduaan itulah, pelaku merayu korban masuk ke kamarnya dan diajak melakukan hubungan suami istri,” ujar Retno ditemui di ruangannya, Selasa (22/11) siang.

Retno melanjutkan, kepada petugas, pelaku mengakui tidak hanya sekali mencabuli korban. ”Pelaku melakukan pencabulan sebanyak tiga kali. Dua kali dilakukan di rumah pelaku dan sekali dilakukan di tengah sawah di Desa Krenggan, Kecamatan Ngoro,” jelas mantan Kasubbag Humas Polres Jombang tersebut.

Atas kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian dan handphone milik korban. Selain itu, uang Rp 50 ribu juga disita petugas. Uang tersebut diduga diberikan pelaku kepada korban untuk membeli nanas yang akan digunakan mengugurkan kandungan korban.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2001 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Retno. (rom)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...