Selasa, 26 Maret 2019 08:12

Guru Swasta Hamili Bocah Usia 16 Tahun Dibekuk Polres Jombang

Selasa, 22 November 2016 20:25 WIB
Wartawan: Romza
Guru Swasta Hamili Bocah Usia 16 Tahun Dibekuk Polres Jombang
Oknum guru swasta pelaku pencabulan saat di ruang pemeriksaan Unit PPA Satreskrim Polres Jombang, Selasa (22/11). foto: RONY S/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com – Bukan memberi teladan, tapi justru menjerumuskan. Itulah kesimpulan yang dilakukan seorang oknum guru swasta berinisial CW, warga Kecamatan Ngoro yang mencabuli DA (16) hingga hamil, bocah yang juga berasal dari Kecamatan Ngoro. Akibat perbuatannya, kini oknum guru salah satu SD Negeri di Kecamatan Mojowarno tersebut mendekam di penjara setelah polisi membekuknya, Minggu (20/11) lalu.

Perilaku bejat CW terungkap setelah sang korban diketahui hamil. Karena pelaku tidak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, keluarga korban akhirnya melaporkan kasus tersebut kepada polisi.

Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang, Iptu Dwi Retno Suharti menjelaskan, awalnya pada tanggal 7 juli 2016 lalu, DA dan pelaku berkenalan melalui saudara korban di salah satu tempat. Setelah saling mengenal, hubungan pelaku dengan korban berlanjut dengan berkomunikasi melalui telepon seluler.

Pada saat hari raya lalu, sekitar pukul 11.00, pelaku mengajak ketemu korban di rumahnya. Atas permintaan tersebut, korban mendatangi rumah pelaku. Ketika itu, pelaku tengah sendirian di rumah karena kedua orang tuanya berada di Lampung.

“Saat mereka berduaan itulah, pelaku merayu korban masuk ke kamarnya dan diajak melakukan hubungan suami istri,” ujar Retno ditemui di ruangannya, Selasa (22/11) siang.

Retno melanjutkan, kepada petugas, pelaku mengakui tidak hanya sekali mencabuli korban. ”Pelaku melakukan pencabulan sebanyak tiga kali. Dua kali dilakukan di rumah pelaku dan sekali dilakukan di tengah sawah di Desa Krenggan, Kecamatan Ngoro,” jelas mantan Kasubbag Humas Polres Jombang tersebut.

Atas kasus tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa pakaian dan handphone milik korban. Selain itu, uang Rp 50 ribu juga disita petugas. Uang tersebut diduga diberikan pelaku kepada korban untuk membeli nanas yang akan digunakan mengugurkan kandungan korban.

“Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 82 UU RI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2001 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkas Retno. (rom)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...