Di Tokyo Tak Ramai Orang Jual Ta'jil, Inilah Pengalaman KH Cholil Nafis yang Kini di Jepang

Masjid yang berarsitektur Turki ini terbesar di Tokyo.

Bagi masyarakat muslim di Tokyo, bulan Ramadan lebih mengintensifkan silaturahim. Buka puasa menjadi sarana yang paling efektif untuk menjalin keakraban. Ada yang sifatnya mengundang berbuka puasa ke rumah secara bergantian dan ada pula yang rela rumahnya menjadi tempat aktivitas keagamaan selama Ramadan karena tak ada masjid terdekat.

Beruntung bagi keluarga muslim Indonesia yang hidup di Tokyo dapat memanfaatkan sarana yang dimiliki Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Balai Indonesia. Di samping ada sekolah Indonesia juga ada musalla.

Jika acara lebih besar dapat menggunakan aula sekolah yang dapat menampung enam ratus orang lebih. Masyarakat Indonesia memanfatkannya untuk bersilaturahim. Berkat adanya peguyuban Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) warga masyarakat muslim Indonesia di Jepang lebih terorganisir dan lebih akrab.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: