"Semalaman enggak bisa tidur, sampai subuh. Adzan subuh bangun, salat subuh tapi sambil duduk. Kemudian mondar-mandir ke kamar mandi. Habis dari kamar mandi tiduran," lanjut Ulfah.
Ulfah mengatakan, ketika itu Ali Yaqub masih bisa bicara, tapi sudah malas merespon. Mereka lantas ke rumah sakit lagi, yakni ke RS Hermina Ciputat.
"Di rumah sudah lemas, saya lihat denyut jantung sudah satu-satu gitu. Saya telepon driver bawa ke RS. Sama dokter dikasih pertolongan pernafasan, hasilnya kosong, terus matanya sudah enggak ada respons," imbuh Ulfah.
Ulfah menambahkan, saat akan dibawa ke RS, almarhum masih bisa berbincang. Setelah semua ikhtiar dilakukan, akhirnya dokter memberikan kabar duka kepadanya.










