Ia selain minta tolong para wartawan untuk mengontrol dengan cara memberitakan ketidakberesan anggota DPRD, Fathorrasjid juga mendirikan “Indrapura Watch”.
”Anggotanya wartawan juga. Kita fasilitasi agar mereka mengontrol anggota DPRD,” kata Fathorrasjid. Mantan politisi PKB dan PKNU yang kini jadi Dewan Penasehat Partai Idaman pimpinan Rhoma Irama ini menegaskan bahwa ketua DPRD harus terbuka dan sportif.
”Artinya, kalau ada anggota DPRD yang mbolos, harus dibicarakan secara terbuka, bagaimana untuk mengatasi. Jangan beralasan, kan ada wakil ketua meski saya tak ngantor. Itu tak benar,” katanya.
”Kalau anggota DPRD Jatim mbolos berarti ketuanya yang tak bisa mimpin,” katanya lagi.










