Dugaan Pengeroyokan Aparat Kelurahan Kepuharjo pada Warganya, Korban Ogah Cabut Laporan Polisi

"Saya tahu tidak akan dikeluarkan, apalagi Paimin (Camat Kota Lumajang) mendatangi Kantor Dispendukcapil sehari sebelum SKDLN itu hendak diterbitkan. Saya bilang sama calon istri saya, SKDLN nya pasti tidak akan turun. Dan benar SKDLN itu tidak turun,” ujarnya.

Lurah Kepuharjo Sugeng berdalih Yudha tidak sabar menunggu dirinya yang masih rapat. Bahkan ngomel-ngomel bahwa pelayanan di Kepuharjo tidak baik. “Karena takut mengganggu saya yang sedang rapat, teman-teman di sana menggiring dan mendorong dia keluar hingga akhirnya terjatuh. Dia juga tidak disekap. Dia cuma dibawa ke ruang sebelah dan didudukan di sana,” ujar Lurah Sugeng di hadapan sejumlah wartawan di kantornya, kemarin.

Ditambahkan, pihaknya sudah berupaya agar yang bersangkutan bisa menyelesaikan secara kekelurgaan dengan berbagai cara. Bahkan orang tuanya, pun sudah didekati agar Yudha mau mencabut laporannya. Namun semuanya sia-sia.

“Ketimbang sia-sia mengeluarkan surat keterangan kepada dia, lebih baik saya cabut surat yang saya buat. Apalagi ternyata setelah saya teliti surat keterangan dari RT/RW setempat ternyata calon istri Yudha ini tidak tinggal di Jalan Pisang Mas Kepuharjo,” paparnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Dugaan Pengeroyokan Aparat Kelurahan Kepuharjo pada Warganya, Korban Ogah Cabut Laporan Polisi - Halaman 2