KUTT Suka Makmur Jadi Lokomotif Ekonomi Peternak Rakyat

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur di Kecamatan Grati mendapat apresiasi sebagai penggerak strategis ekonomi peternak rakyat sekaligus penyokong ketahanan pangan hewani nasional.

Hal tersebut ditegaskan dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI bersama Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian.

Kunjungan dipimpin Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), didampingi Dirjen PKH, Agung Suganda, dengan fokus mengkaji rantai pasok susu dari hulu hingga hilir. KUTT Suka Makmur dinilai sebagai barometer keberhasilan kemitraan dan ekosistem peternakan terintegrasi.

Saat ini, koperasi tersebut menghimpun lebih dari 2.000 peternak dengan populasi sapi perah mencapai 8.700 ekor dan produktivitas harian sekitar 35 ton susu segar.

“Kemandirian susu nasional bukan sekadar menambah sapi, tetapi membangun ekosistem produktif, efisien, dan berkelanjutan. KUTT Suka Makmur menunjukkan peran sentral koperasi menyediakan pakan, pembiayaan, hingga layanan kesehatan,” kata Titiek Soeharto.

Delegasi DPR RI juga menyoroti Sapi Grati sebagai plasma nutfah asli Indonesia yang adaptif terhadap iklim tropis. Wakil Ketua Komisi IV, Abdul Kharis Almasyhari, menekankan pentingnya konservasi terstruktur.

Sementara anggota Komisi IV, Endang Setyawati Thohari, menegaskan DPR tengah merancang Undang-Undang Sumber Kekayaan Genetika untuk melindungi biodiversitas hayati, termasuk Sapi Grati.

Ketua KUTT Suka Makmur, Evi Zainal Abidin, menekankan pentingnya kemitraan sehat antara koperasi dan industri pengolahan agar peternak berkembang dan pasokan susu berkualitas terjamin.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, menyebut subsektor persusuan menjadi pilar ekonomi lokal dengan komitmen memperluas lahan hijau.

Dirjen PKH Kementan, Agung Suganda, mengungkapkan produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi 20 persen kebutuhan nasional. 

Pemerintah menargetkan penambahan 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029 dengan dukungan insentif pembiayaan, asuransi usaha ternak, kandang terstandar, dan modernisasi alat perah. 

Sinergi DPR, Kementan, Pemkab Pasuruan, dan KUTT Suka Makmur diharapkan memperkuat plasma nutfah lokal sekaligus mewujudkan swasembada susu Indonesia. (afa/mar)