SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, membenarkan bahwa Prof Akhmad Muzakki, PhD, memang benar-benar telah mengundurkan diri dari Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.
“Ya, Prof Muzaki memang telah mengundurkan diri tadi malam. Saya sudah mendapat konfirmasi baik dari Dirjen maupun Irjen Kementerian Agama Jakarta,” ujar Prof Dr KH Imam Ghazali Said, MA, Guru Besar UINSA Surabaya.kepada BANGSAONLINE, Rabu 23 September 2026 siang ini.
Prof Kiai Imam Ghazali Said bahkan tidak hanya mendapat konfirmasi dari Dirjen dan Irjen Kemenag tapi juga dari Prof Akhmad Muzakki sendiri.
“Ya, yang bersangkutan, Prof Zakki juga bilang kepada saya telah mundur. Ya yai saya sudah mengundurkan diri sejak kemarin,” ujar Prof Kiai Imam Ghazali Said menirukan kalimat Prof Akhmad Muzakki. “Kalau ke saya Prof Zakki memang menyebut kiai,” tambah Kiai Imam Ghazali Said.
Menurut Kiai Imam Ghazali, surat pengunduran diri Prof Akhmad Muzakki itu bermaterai dan telah dipegang oleh Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar.
“Jadi, berita BANGSAONLINE yang memuat Prof Muzakki mundur dari Rektor UINSA itu memang benar dan sekarang sudah terkonfirmasi, baik dari Dirjen dan Irjen Kemenag Jakarta maupun dari Prof Akhmad Muzakki sendiri,” tegas Kiai Imam Ghazali Said lagi.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE Rabu 23 September 2026 pagi tadi, Prof Akhmad Muzakki akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rektor UINSA. Prof Muzakki mundur per pukul 22.00 tadi malam.
Kiai Imam Ghazali minta para mahasiwa yang selama ini berjuang dan melakukan demo segera membuka segel kampus dan pulang ke rumahnya masing-masing.
“Saya berharap dengan berita BANGSAONLINE itu para mahasiswa bisa tenang dan membuka segel kampus karena tuntutannya sudah berhasil. Saya berharap mereka pulang ke rumahnya masing-masing karena sebentar lagi kita akan mulai lagi perkuliahan,” kata Prof Kiai Imam Ghazali Said yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa An- Nur Wonocolo Surabaya itu.
Menurut dia, pasca demo dan penyegelan kampus itu lingkungan UINSA juga perlu dibersihkan. Menurut dia, banyak benda-benda bekas bakar ban dan sebagainya yang perlu segera dibersihkan. Karena itu, sekali lagi, ia minta mahasiswa dan dosen tenang dan kembali ke aktivitas masing-masing.
Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Prof Akhmad Muzakki dilantik Menteri Agama sebagai Rektor UINSA pada Selasa (15/9/2026) untuk periode kedua. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai rektor pada periode 2022-2026.
Namun pelantikan itu mendapat penolakan dari para civitas akademika, terutama mahasiswa dan dosen UINSA. Mereka menuntut Muzakki mundur karena dianggap merusak reputasi UINSA Surabaya. Terjadilah demo besar-besaran sampai kampus UINSA disegel.
Tapi Akhmad Muzakki tetap bertahan. Para pendemo kemudian mengadu ke Komisi VIII DPR RI. Mereka menjelaskan sepak terjang Akhmad Muzakki yang dianggap menebar ketakutan, otoriter, dan emosional.
Komisi VIII DPR langsung memanggil Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar. Mereka mendesak agar pengangkatan Prof Akhmad Muzakki sebagai Rektor UINSA segera dibatalkan. Gayung bersambut. Menag langsung menindaklanjuti desakan tersebut.
Menag berjanji untuk menyelesaikan kasus tersebut dalam jangka tiga hari. Ia juga menjamin kasus tersebut tak akan terulang.
"Saya berjanji tidak akan terjadi lagi. Kalau itu terjadi berarti saya gagal, dan saya tidak ingin karena saya sampai sistem negara kami ini yang kita cinta bersama ini bermasalah," tegas Prof Nasaruddin Umar saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9/2026).
Meski demikian ia tak mau menjelaskan apa yang akan ia lakukan. "Maka itu, saya tidak ingin sampaikan apa yang kami akan lakukan, tetapi saya berjanji jangankan 15 hari, Pak, 3 hari ini kami akan lakukan keputusan," kata Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut sembari memohon maaf karena ia mengaku belum menyelami sepenuhnya tentang peraturan pemilihan rektor.
"Saya tidak ingin kebobolan. Sejarah hidup saya di Kementerian Agama baru kali ini saya kebobolan dan ini saya mohon maaf betul-betul," tambah Nasaruddin Umar lagi










