TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kampus Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban resmi mengukuhkan 292 mahasiswa baru sekaligus menggelar penyerahan syahadah bagi mahasiswa program asrama.
Rektor IIKNU Tuban, Dr. Miftahul Munir, menyatakan bahwa perkembangan kampus terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari makin luasnya jaringan kerja sama hingga meningkatnya animo pendaftar. Pada tahun akademik 2026/2027, jumlah mahasiswa baru IIKNU Tuban naik dari 223 orang di tahun sebelumnya menjadi 292 orang.
"Sekarang meningkat yang masuk ini 227 untuk yang reguler kemudian yang program alih jenjang ada 65," ujar Miftahul Munir kepada wartawan, Minggu (20/9/2026).
Dr. Munir menyebut program studi keperawatan masih menjadi jurusan favorit. Sementara itu, program studi baru keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga mendapat respons tinggi dengan mahasiswa yang datang dari berbagai wilayah luar Tuban, seperti Lamongan, Bojonegoro, hingga Gresik.
"Alhamdulillah, kualitas penyelenggaraan pendidikan IIKNU Tuban semakin diakui oleh mitra industri nasional maupun internasional. Kampus telah menjalin kerja sama dengan beberapa mitra luar negeri, salah satunya di Taiwan yang melibatkan penjaminan mutu dan gizi produk makanan," bebernya.
Penyerahan syahadah asrama menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian acara tersebut. Program asrama ini telah berjalan rutin dan dilaksanakan secara bergilir per tiga bulan menyesuaikan kapasitas hunian.
Tujuan utama program ini adalah menyamakan visi mahasiswa yang datang dari latar belakang pendidikan beragam, mempercepat adaptasi sosial, serta membentuk karakter civitas akademika.
"Yang pasti dalam program ini telah mengintegrasikan transfer of knowledge, pembentukan attitude, dan kepemimpinan agar terbentuk karakter civitas akademika IIKNU Tuban yang utuh," terang rektor yang akrab disapa Dr. Munir tersebut.
Perkembangan IIKNU Tuban pada tahun 2026 ini juga mendapat apresiasi dan dukungan dari Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKB, Ratna Juwita Sari. Dukungan tersebut diwujudkan melalui alokasi program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi 30 mahasiswa IIKNU Tuban—meningkat dibanding periode awal 2022 yang sebanyak 25 penerima.
"Sebenarnya bukan ranah komisi saya, tetapi demi rasa cinta ke IIKNU akhirnya kami perjuangkan dan sekarang ada 30 mahasiswa IIKNU yang mendapat KIP," tutur Ratna.
Ratna mengapresiasi kerja keras seluruh pengelola kampus yang berhasil membawa IIKNU berkembang pesat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memajukan pendidikan kesehatan di Kabupaten Tuban.
"Saya yakin generasi yang dicetak IIKNU Tuban ini menjadi tenaga kesehatan yang melayani sepenuh hati di masyarakat. IIKNU juga harus tetap istiqomah berjuang agar mahasiswa baru terus bertambah, dan juga lulusannya bisa terserap habis," pungkasnya.










