Hadiri PBAK Universitas Al Hikmah Tuban, Ning Lia: Jadilah Pribadi Berperan, Jangan Baperan

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama (Ning Lia), mengajak generasi muda untuk berani mengambil peran dan menjadi pemecah masalah (problem solver) di tengah dinamika masyarakat. Pesan motivatif tersebut disampaikannya di hadapan ratusan mahasiswa baru Universitas Al Hikmah Indonesia, Tuban.

“Jadilah pribadi yang berperan, jangan sampai baperan,” tegas Ning Lia saat menyampaikan materi bertajuk “Meritokrasi sebagai Pilar Kampus Berdampak dan Berdaya Saing Global” pada kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK).

Senator pencinta batik ini menekankan bahwa esensi kepemimpinan sejati (leadership) tidak diukur dari jabatan, titel, maupun status formal, melainkan dari tindakan dan dampak nyata yang dihadirkan.

Menurutnya, kepemimpinan dimulai dari kemampuan seseorang mengelola serta menyelesaikan persoalan pribadinya sebelum bergerak melayani publik.

“Ketika seseorang sudah menjadi problem solver atas masalahnya sendiri, maka insya Allah dia pun akan berhasil menjadi problem solver atas masalah-masalah orang lain,” ujar tokoh perempuan berlatar keluarga besar Nahdlatul Ulama tersebut.

Ia juga menyoroti peran strategis Gen Z di era ruang digital. Ning Lia mendorong mahasiswa aktif dan kritis dalam mengawal isu sosial melalui media sosial (speak up), namun tetap mengedepankan etika serta orientasi solusi.

“Bila ada sebuah permasalahan, speak up melalui media sosial boleh dan sangat boleh. Tapi jangan menjadikan momen tersebut untuk viral atau tenar yang justru berpotensi menjatuhkan pihak lain. Yang harus dilakukan tetap speak up namun memberikan solusi,” tegasnya.

Selain keberanian bersuara, Ning Lia mengingatkan agar mahasiswa tidak alergi terhadap politik. Pemahaman politik penting dimiliki generasi muda sebagai pemegang estafet kepemimpinan bangsa agar ruang kebijakan publik tidak diisi oleh pihak yang kurang tepat.

“Terus pemuda bangsa jadi apa? Apakah rela parlemen Indonesia diisi oleh orang migran? Makanya pemuda Indonesia harus jadi pemuda yang melek politik agar kursi legislatif tetap diisi oleh para pemuda Indonesia,” imbau Ning Lia.

Dalam sesi interaktif, merespons pertanyaan mahasiswa terkait sentimen publik terhadap wakil rakyat, Ning Lia menjelaskan pentingnya memanfaatkan masa reses untuk turun langsung mendengar aspirasi konstituen secara terbuka dan transparan.

Rektor Universitas Al Hikmah Indonesia, Dr. Laily Hidayati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengapresiasi kehadiran Ning Lia yang konsisten memberikan perhatian pada dunia pendidikan serta menularkan inspirasi kepemimpinan berbasis karakter kepada para mahasiswa baru.