TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pengurus Besar PGRI Pusat bersama jajaran PGRI se-Jawa Timur menghadiri agenda sarasehan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Tuban. Acara yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (8–9/8/2026), menjadi ajang krusial untuk memperkuat jejaring antar perguruan tinggi PGRI sekaligus membahas dinamika dunia pendidikan saat ini.
Ketua Umum PB PGRI Pusat, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd., menyampaikan bahwa forum diskusi di Kabupaten Tuban ini terasa istimewa karena diperkaya dengan sesi best practice. Lewat sesi tersebut, para pimpinan perguruan tinggi dapat saling berbagi strategi dan pengalaman praktis dalam mengelola institusi serta memecahkan berbagai persoalan akademis.
"Di tengah beragam tantangan dan kesulitan saat ini, best practice yang mengangkat isu krusial dunia pendidikan tinggi justru menjadi lahan subur bagi lahirnya gagasan-gagasan segar dan solutif," tegas Prof. Unifah.
Lebih lanjut, Prof. Unifah menekankan pentingnya proses adaptasi terhadap setiap gagasan cemerlang yang muncul dari forum tersebut agar tidak berhenti sebagai wacana semata, melainkan dapat diterapkan di kampus masing-masing.
"Secara spesifik, seperti Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban ini sebagai kampus yang punya potensi besar untuk menerapkan berbagai inovasi yang dihasilkan," paparnya.
Ia menambahkan, perbedaan kultur sosial antar daerah tidak menjadi penghalang selama inovasi disesuaikan dengan kebutuhan lokal. PB PGRI Pusat terus berkomitmen mendorong terjadinya pertukaran pengetahuan secara berkelanjutan.
"Kami terus memberikan dorongan, mengingat setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik, potensi lokal dan kebutuhan mahasiswa yang berbeda," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PGRI Jawa Timur, Dr. H. Djoko Adi Walujo, S.T., M.M., DBA., mengapresiasi konsep sarasehan di Tuban sebagai percontohan kegiatan yang ideal. Sesi sharing antar pimpinan institusi di bawah naungan PPLP PT dan YPLP PT PGRI dinilainya sangat efektif untuk memperkuat kualitas manajerial lembaga.
"Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tata kelola lembaga pendidikan. Terutama, agenda tukar pengalaman antar pimpinan dalam mengelola perguruan tinggi yang baik, ini akan memperkuat jati diri PGRI," ujar pria yang akrab disapa Dr. Djoko tersebut.
Sementara itu, Ketua PPLP PT PGRI Tuban, Sudjarwoto, menegaskan bahwa kerja sama antar perguruan tinggi di bawah naungan PGRI merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem pendidikan yang solid dan saling menopang. Menurutnya, kehadiran para pimpinan kampus se-Jawa Timur menjadi modal sosial yang berharga.
"Saudara di sini akan menjadikan wawasan semakin terbuka, segala yang dilakukan harus membawa manfaat bagi ekositem PGRI," pungkas Jarwoto.
Acara yang berlangsung dua hari ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya Ketua Badan Pembina Lembaga Pendidikan (BPLP) PGRI Prof. Dr. Supardi US, M.M., M.Pd., Ketua Forum Pimpinan PT PGRI Jawa Timur Prof. Dr. Dra. Munawaroh, M.Kes., Rektor Unirow Tuban, serta Ketua PGRI Tuban Witono, S.Pd., M.Pd. (wan/rev)










