Ringkasan Berita
- Sebuah kasus perampasan dan pembacokan dialami Slamet Moelyadi (55), musisi kafe di Surabaya, oleh tiga orang tak dikenal (OTK) saat pulang dini hari di Jalan Tengku Umar.
- Korban saat ini masih dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi pada tangan kanannya akibat melawan pelaku yang berusaha merampas motornya.
- Lokasi kejadian dan kebiasaan korban pulang sendirian dini hari di daerah sepi (sekitar Jalan Petemon Timur) diduga menjadi faktor yang dimanfaatkan pelaku.
- Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari Polsek Tegalsari mengenai perkembangan penyelidikan kasus ini.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Slamet Moelyadi (55), seorang musisi kafe di Surabaya ditemukan tergeletak di Jl. Tengku Umar dengan kondisi berlumuran darah di bagian tangan kanannya, Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 01.20 WIB.
Kakak ipar korban, Agus, angkat bicara atas peristiwa ini. Ia mengatakan bahwa Slamet telah menjalani operasi pada tangan kanannya.
“Sekarang masa pemulihan,” kata Agus, Kamis (17/9/2026).
“Jadi, kemarin adik ipar sempat cerita bahwa dirinya merupakan murni korban begal. Ada tiga pelaku orang tak dikenal (OTK) yang membawa sajam ingin merampas motornya, tapi sama adik saya di lawan,” imbuh Agus.
Menurutnya, kebiasaan Slamet sebagai musisi kafe yang selalu pulang dini hari tersebut menjadi incaran para begal. Sementara jalan menuju rumah Slamet juga merupakan jalan yang sepi dan rawan begal.
“Kemungkinan adik saya itu sudah diincar oleh para pelaku, karena tiap pulang kerumahnya sekitaran Jl. Petemon Timur selalu dini hari dan sendiri. Nah di saat pulang sendiri itulah pelaku nekat membacok adik saya untuk merampas motornya,” tutup Agus.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Polsek Tegalsari. Termasuk saat wartawan BANGSAONLINE menghubungi Kanit Reskrim dan Kapolsek Tegalsari juga belum ada jawaban. (rus/msn)
Kondisi korban begal di Tegalsari Surabaya










