SURABAYA, BANGSAONLINE.com-Tiga muallaf mengikrarkan dua kalimat syahadat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat, 11 September 2026. Salah satunya seorang bule Australia bernama Shaun Warman.
Penampilan Shaun Warman sangat menarik perhatian jemaah shalat Jumat Masjid Al Akbar. Selain karena ia bule juga tampil punk seperti umumnya anak muda jalanan. Sekujur tubuhnya penuh tato. Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, lengan, leher sampai kakinya pun ada tatonya. Ia juga mengenakan kalung berwarna emas.
Anam Choiri, petugas Masjid Al Akbar yang mendampingi Warman, menuturkan ia termotivasi masuk Islam karena semula hidupnya acak-acakan.
“Ngedrug juga, pokoknya hidupnya acak-acakan,” ujar Anam Choiri kepada BANGSAONLINE.

Tampak Shaun Warman bersama Prof Dr Ali Mudhofir (kiri) dan dua muallaf lainnya, yakitu Andrianto Nurcahyo dan Marini Novaliana serta petugas dari Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat, 11 September 2026. Foto: bangsaonline.
Menurut Anam Choiri, Warman sudah dua bulan ini ingin masuk Islam. Karena hidupnya tak tenang dan tak terarah.
“Temannya menyarankan dia masuk Islam. Ternyata setelah mempelajari Islam kok nyaman,” tutur Choiri.
Warman kemudian tertarik masuk Islam. Kalau ingin masuk Islam, temannya menyarankan ia pergi ke Indonesia.
“Lalu kontak saya,” ujarnya Anam Choiri sembari mengatakan bahwa ia kemudian membimbingnya.
Tanpa pikir panjang, Shaun Warman langsung terbang dari Australia ke Indonesia. Ya, semata untuk ikrar dua kalimat syahadat dan masuk Islam.
Saat proses ikrar Warman tak bisa bahasa Indonesia. Apalagi Bahasa Arab. Maka Prof Dr Ali Mudhofir yang membimbing ikrar menuntun baca dua kalimat syahadat dengan cara mengeja. Bahkan ia mengulangi dua kali. Pada kali kedua itulah baru relatif benar bacaanya.
Terjemahan kalimat syahadatnya pakai Bahasa Inggris dengan cara dituntun oleh Anam Choiri.
“Alhamdulillah, sah. Yang penting niatnya,” ujar Ali Mudhofir yang juga menjadi Khatib Jumat.
Selain Shaun S Warman juga ada dua muallaf lagi. Yaitu Andrianto Nurcahyo dan Marini Novaliana. Mereka juga berikrar dua kalimat syahadat yang juga dibimbing oleh Ali Mudhofir.
Acara ikrar syahadat yang berlangsung setelah shalat Jumat itu disaksikan para Jemaah shalat Jumat yang belum pulang.










