BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Rencana pembangunan kawasan industri di Kota Dzikir dan Sholawat mulai memasuki tahap persiapan. Sejumlah investasi dari dalam, dan luar negeri diarahkan masuk untuk mendorong industrialisasi, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
CEO PT Wiraraja Madura International (MMI), Ma’ruf Maulana, menyampaikan hal itu ketika penandatanganan MoU dengan pengusaha asal Uni Emirat Arab, China Odasco LLC, dan Suzhou Engineering Co. Ltd. di Pendopo Bangkalan, Kamis (10/9/2026).
“Masa saya di luar bisa membangun, di Madura sendiri saya tidak bisa membangun. Ini harus berjalan,” ujarnya.
Ma’ruf mengungkapkan lokasi pengembangan industri berada di beberapa titik di Bangkalan. Tahap awal menyiapkan lahan sekitar 70-80 hektare, dengan proses pembebasan lahan yang masih berlangsung.
Ia menyebut sejumlah sektor yang akan dikembangkan antara lain bioetanol, santan dan turunannya, furnitur, spring bed, tekstil, benang, plastik, karton, hingga panel surya.
Ma'ruf menargetkan mayoritas tenaga kerja berasal dari putra-putri daerah. Untuk itu, pelatihan calon tenaga kerja akan dilakukan di fasilitas industri di Batam sebelum dipindahkan ke Bangkalan.
“Bulan depan saya butuh 10 orang dulu, kemudian sekitar 50 orang untuk di-training di Batam,” katanya.
Ia pun meminta dukungan pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, dan masyarakat agar investasi berjalan kondusif.
“Kalau pemerintah daerahnya tidak welcome, masyarakat tidak mendukung, wartawan dan media tidak mendukung, ya investor pasti keluar,” tegasnya.
Ia berharap industrialisasi menjadi langkah konkret mengurangi kemiskinan dan membuka kesempatan kerja di Madura.
“Yuk, kita bangun. Kita rubah Madura ini. Kita libatkan putra-putri kita supaya ada pekerjaan dan ada yang dihasilkan,” pungkasnya. (uzi/mar)










