DBHCHT Bangkalan 2026 Turun 50 Persen, Kesehatan Jadi Prioritas

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Kota Dzikir dan Sholawat tahun ini mengalami penurunan signifikan hingga sekitar 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kendati demikian, pemerintah daerah setempat tetap menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pemanfaatan dana tersebut. Kabag Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Bangkalan, Qorry Yuniastuti, menyebut DBHCHT tahun ini berada di angka Rp16.782.017.000,00.

“Untuk besarannya di angka Rp16.782.017.000, di mana jika dibandingkan tahun kemarin mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen atau bahkan lebih,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

Ia menjelaskan, sesuai amanat PMK Nomor 22 Tahun 2025, sebagian besar anggaran dialokasikan untuk sektor kesehatan, yakni sekitar 70 persen dari total dana. Hingga semester pertama 2026, realisasi penyerapan tercatat Rp5 miliar atau sekitar 30 persen dari alokasi.

Qorry optimistis seluruh anggaran dapat direalisasikan sesuai peruntukan sebelum akhir tahun.

“Untuk serapannya hingga semester pertama yaitu pada kisaran Rp5 miliar atau sekitar 30 persen. Akan tetapi, kita usahakan bisa terserap seluruhnya,” katanya.

Ia menambahkan, apabila hingga akhir tahun masih terdapat anggaran yang belum terserap, sisa tersebut akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) dan diperhitungkan kembali sesuai mekanisme anggaran tahun berikutnya.

Dengan penurunan DBHCHT hingga separuh, tantangan pengelolaan anggaran semakin besar. Namun, sektor kesehatan tetap menjadi ruang utama untuk memastikan dana cukai hasil tembakau memberi manfaat bagi masyarakat. (uzi/mar)