BANGSAONLINE.com - Cara Febrie Ardiansyah menyembunyikan uang yang disebut berasal dari hasil korupsi di sebuah kafe, dan brankas rumah dinas menuai sorotan.
Dugaan modus tersebut dikaitkan dengan tudingan lain terhadap Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh.
Dilansir dari unggahan akun TikTok @grosirfakta pada Rabu (9/9/2026), Febrie dan Yusuf diduga berkonspirasi memeras pelaku korupsi melalui kalkulasi kerugian negara yang digelembungkan. Hasil pemerasan disebut dibagi di antara keduanya.
Unggahan itu juga menuding Yusuf Ateh menyamarkan dana melalui aktivitas sosial dan pendidikan, termasuk pendirian yayasan dengan simbol keagamaan, tempat ibadah megah, serta madrasah berbasis boarding school.
Aktivitas tersebut diklaim membangun citra kepedulian sosial sekaligus menjadi tameng moral. Lebih jauh, unggahan itu mengeklaim adanya penyimpanan uang dalam bentuk dolar, dan emas yang disebut berkaitan dengan pemberian dari Febrie sebagai imbalan atas dugaan intervensi penghitungan kerugian negara.
Namun, seluruh tudingan masih berupa klaim di media sosial dan belum terverifikasi. Hingga kini belum ada bukti resmi yang memastikan keterlibatan pihak-pihak yang disebut.
Aparat penegak hukum, termasuk Kortas Tipikor Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diharapkan menelusuri informasi tersebut secara profesional berdasarkan alat bukti.
Penelusuran menyeluruh dinilai penting agar dugaan aliran dana maupun pihak yang disebut terlibat dapat dipastikan berdasarkan fakta hukum. (red)










