Roadshow Puspaga di Kapas Madya Baru, Bunda Rini Imbau Orang Tua Bangun Komunikasi Terbuka Sejak Din

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berkolaborasi dengan Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, menggelar Roadshow Kelas Parenting Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Balai RW 3 Kelurahan Kapas Madya Baru, Kamis (3/9/2026).

Mengusung tema “Anak Siap, Orang Tua Sigap: Pengasuhan Positif dan Persiapan 1 Tahun Prasekolah Dalam Wajib Belajar 13 Tahun”, agenda ini diikuti oleh puluhan orang tua yang antusias mendalami pola pengasuhan anak secara positif.

Dalam momen tersebut, Bunda Rini mengajak para orang tua untuk terus belajar dan mengerti karakter anak-anak masa kini. Menurutnya, anak zaman sekarang memiliki pemikiran yang kian kritis, sehingga orang tua dituntut lebih bijak mengolah tutur kata serta membangun komunikasi terbuka sejak dini.

"Anak sekarang kalau kita ngomong pasti menjawab, dan kita harus punya jawaban yang menurut mereka masuk akal. Untuk bisa menjadi teman yang baik dan tempat bercerita, kita harus bangun komunikasi dari awal, mulai dari balita," kata Bunda Rini.

Ia menekankan agar orang tua mampu mengontrol emosi ketika anak mulai memberanikan diri menceritakan hal-hal pribadi. Sikap emosional atau respons berlebihan justru berisiko membuat anak menjadi tertutup dan ketakutan.

"Saya tahu dan yakin, ketika saya salah bereaksi terhadap apa yang dia katakan, bisa dipastikan dia tidak akan cerita apa-apa lagi. Lebih bahaya ketika mereka takut cerita sama kita, kita enggak akan tahu dia lagi ada masalah sama siapa," tambahnya.

Di samping pola asuh internal, Bunda Rini menyoroti krusialnya pendidikan prasekolah minimal satu tahun bagi anak sebelum melangkah ke jenjang Sekolah Dasar (SD). Lingkungan sekolah berperan penting melatih anak bersosialisasi, berbagi, dan membentuk karakter disiplin.

Menanggapi temuan adanya anak usia 5–6 tahun di lokasi tersebut yang belum mengenyam pendidikan dasar, Pemkot Surabaya menyatakan kesiapannya menyalurkan bantuan beasiswa hingga mengkaji opsi pembangunan gedung sekolah baru bila kapasitas PAUD setempat dinilai tidak mencukupi.

Rangkaian acara diawali dengan ruang diskusi seputar pembentukan rasa percaya diri (self-esteem) pada anak. Bunda Rini mengingatkan orang tua untuk konsisten memberikan apresiasi tulus serta menghindari kebiasaan membandingkan potensi anak.

Ia juga mengimbau agar orang tua menghentikan ucapan toxic positivity atau meremehkan perjuangan anak, melainkan mengalirkan dukungan nyata saat buah hati merasa lelah.

"Hadiah atau apresiasi tidak perlu berupa barang, Bunda. Dengan ciuman, pelukan, kalimat positif, atau memasakkan masakan kesukaan anak, itu sudah menjadi kekuatan yang luar biasa. Anak tidak perlu diajari semuanya tentang hadiah, tetapi rasa dihargai itu yang kita bangun," pungkasnya.