Ringkasan Berita
- Pondok Pesantren Al Anwar di Bangkalan mendirikan BMT As Salwa untuk menciptakan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada bantuan luar atau pinjaman.
- Inisiatif ini didukung oleh kerja sama dengan BSI Cabang Surabaya dan BMT UGT Sidogiri, serta dihadiri perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Bangkalan.
- Tujuan BMT As Salwa adalah sebagai instrumen penguatan ekonomi pesantren sekaligus membuka akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat sekitar.
- KH Mukhlis Muchsin menekankan bahwa kemandirian finansial akan memperluas ruang gerak pesantren dalam menjalankan program pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.
- Pendirian BMT ini merupakan bagian dari ikhtiar membangun ekosistem ekonomi syariah yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi santri dan masyarakat.
BANGKALA, BANGSAONLINE.com - Pondok Pesantren Al Anwar menapaki babak baru dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pendirian Baitul Maal wa Tamwil (BMT) As Salwa.
Langkah ini ditandai dengan kegiatan penyuluhan dan pengarahan koperasi syariah di lingkungan pesantren, Rabu (26/8/2026).
Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, KH Mukhlis Muchsin, menegaskan pesantren kini dituntut tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki kemampuan menopang kebutuhan ekonomi secara mandiri.
“Pesantren kini dituntut untuk membangun kemandirian ekonomi agar tidak selalu bergantung pada bantuan luar, wali santri, ataupun masyarakat sekitar, bahkan terhadap pinjaman keliling,” ujarnya.
BMT As Salwa diharapkan menjadi instrumen penguatan ekonomi pesantren sekaligus membuka akses layanan keuangan syariah bagi masyarakat sekitar. KH Mukhlis menyampaikan apresiasi kepada BSI Cabang Surabaya, dan BMT UGT Sidogiri yang turut mendukung pendirian lembaga tersebut.
Menurut dia, kemandirian finansial akan memberi ruang lebih luas bagi pesantren menjalankan program pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Keinginan kami luar biasa untuk memiliki sistem ekonomi pesantren yang mandiri. Melalui kerja sama ini, kami juga ingin mengedukasi masyarakat yang masih terjerat pinjaman di luar syariah atau rentenir,” paparnya.
Acara dihadiri perwakilan Dinas Koperasi Kabupaten Bangkalan, Zadiyah dari Bank Syariah Indonesia (BSI), serta General Manager KSPPS BMT UGT Nusantara, HM Sholeh Wafie, yang juga Ketua ABSINDO DPW Jawa Timur periode 2026-2030.
Pendirian BMT As Salwa menjadi bagian dari ikhtiar pesantren membangun ekosistem ekonomi berbasis syariah yang mandiri, produktif, dan bermanfaat bagi santri, keluarga besar pesantren, serta masyarakat sekitar. (uzi/mar)










