Ringkasan Berita
- Program Studi Magister Linguistik Terapan UTM telah membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk TA 2026/2027 dengan masa pendaftaran diperpanjang hingga 26 Agustus 2026.
- Program yang disahkan melalui SK Menristek ini menawarkan beragam ruang kajian seperti penerjemahan, linguistik komputasional, dan revitalisasi bahasa lokal.
- Program dirancang worker-friendly dengan durasi tiga semester dan UKT sebesar Rp5 juta untuk alumni UTM serta Rp5,5 juta untuk nonalumni.
- Tujuan program adalah meluluskan tenaga adaptif di bidang penerjemahan, pengajaran bahasa, penelitian, dan pengembangan teknologi bahasa.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Program Studi Magister Linguistik Terapan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi menyambut mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 setelah menyelesaikan proses seleksi penerimaan.
Koordinator Program Studi, Masduki, menyampaikan apresiasi kepada peserta yang lolos.
“Selamat kepada mahasiswa yang telah berhasil lolos seleksi. Semoga kesempatan ini menjadi awal perjalanan akademik yang produktif dan mampu menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).
Program Magister Linguistik Terapan UTM hadir berdasarkan SK Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 754/B/O/2025. Kehadirannya memperluas pengembangan linguistik yang beririsan dengan teknologi, pendidikan, budaya, sastra, hingga kebutuhan profesional.
Mahasiswa ditawarkan ruang kajian beragam, mulai penerjemahan, penjurubahasaan, linguistik komputasional, sastra, pendidikan bahasa, hingga revitalisasi bahasa lokal. Program ini didukung tenaga pengajar berpengalaman dari berbagai bidang linguistik, bahasa, dan sastra.
Dirancang dengan pola pembelajaran worker-friendly, program ini dapat diselesaikan dalam tiga semester. UKT ditetapkan Rp5 juta bagi alumni UTM dan Rp5,5 juta bagi nonalumni. UTM juga memperpanjang masa pendaftaran hingga 26 Agustus 2026 melalui laman ini.
Keberadaan program itu diharapkan melahirkan lulusan adaptif yang mampu menjawab kebutuhan penerjemah, pengajar bahasa, peneliti, pengembang teknologi bahasa, hingga praktisi komunikasi di tengah perubahan sosial dan teknologi. (uzi/mar)










