BLITAR, BANGSAONLINE.com - Sempat adanya anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar yang terindikasi menggunakan narkoba membuat pemeriksaan terhadap personel kembali dilakukan.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar kemudian melakukan tes urine terhadap puluhan anggota Satpol PP dan Damkar.
Total ada 40 personel yang menjalani pemeriksaan. Rinciannya, 29 anggota Damkar dan 11 anggota Satpol PP Kabupaten Blitar.
Hasilnya, seluruh personel yang menjalani tes urine dinyatakan negatif narkoba.
Katim Seksi Pencegahan dan Dayamas BNN Kabupaten Blitar, Yusuf Eko Haryanto, mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan atas permintaan Satpol PP Kabupaten Blitar sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyalahgunaan narkoba di lingkungan personel.
"Kita dari BNN diundang Satpol PP melakukan tes urine kepada anggota sebanyak 40 orang dari Satpol PP dan Damkar dan didapatkan hasil negatif semua," ujarnya.
Menurut Yusuf, pemeriksaan ini bukan bagian dari proses penegakan hukum. Apabila ditemukan personel yang terindikasi sebagai pengguna, penanganannya akan diarahkan pada asesmen dan rehabilitasi.
Namun, apabila hasil pemeriksaan mengarah pada keterlibatan sebagai bandar atau pengedar, maka prosesnya akan ditindaklanjuti melalui jalur hukum.
Yusuf menyebut, sebelumnya memang terdapat seorang anggota Damkar Kabupaten Blitar yang dibawa ke BNN untuk menjalani asesmen setelah terindikasi menggunakan narkoba.
Hasil asesmen menunjukkan anggota tersebut mengarah sebagai pengguna. Karena kondisinya tergolong ringan, yang bersangkutan menjalani rehabilitasi rawat jalan di rumah sakit rujukan BNN.
"Kemarin ada anggota damkar yang dibawa ke BNN untuk dilakukan asesmen. Arahnya sebagai pengguna, jadi direhabilitasi dan sekarang sudah direhabilitasi di rumah sakit rujukan BNN," jelasnya.
"Untuk petugas damkar kemarin kondisinya ringan sehingga bisa rehab jalan," imbuhnya.
Yusuf menambahkan, pemeriksaan terhadap anggota damkar sebenarnya telah diminta sebelumnya. Namun, pelaksanaannya terkendala keterbatasan alat tes urine yang dimiliki BNN.
"Sudah ada permintaan dari Damkar, namun kita mengalami keterbatasan alat tes urine. Untuk pengadaan memang membutuhkan waktu," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar, Achmad Cholik, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi para personel sekaligus sebagai langkah pencegahan agar tidak ada anggota yang menyalahgunakan narkoba.
"Tes ini kita minta bantuan BNN sehingga bisa ketahuan apakah ada anggota kami yang menggunakan. Kalau memang terbukti, maka rehabilitasi. Harapannya bisa memperjelas kondisi para personel ini," katanya.
Cholik menegaskan, tes urine tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun. Ia berharap pemeriksaan ini menjadi pengingat bagi seluruh anggota agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
"Mudah-mudahan setelah ini setiap personel bisa menjalankan tugas dengan benar dan patuh, tidak menggunakan narkoba," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh personel untuk menjaga diri dan tidak menyalahgunakan narkoba.
"Mudah-mudahan ini jadi peringatan bagi semua agar tidak ada yang menyalahgunakan," pungkasnya.










