SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Jus buah dapat menjadi sumber vitamin dan mineral yang baik bagi tubuh. Namun, manfaatnya akan lebih optimal jika diolah dengan cara yang tepat dan dikonsumsi tanpa tambahan gula.
Jus buah menjadi salah satu minuman yang banyak diminati karena rasanya menyegarkan sekaligus mengandung beragam nutrisi.
Selain praktis, minuman ini juga dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian apabila dikonsumsi secara bijak.
Buah yang diolah menjadi jus mengandung berbagai zat gizi penting, seperti vitamin C, vitamin A, kalium, folat, serta antioksidan.
Kandungan tersebut berperan dalam menjaga daya tahan tubuh, melindungi sel dari paparan radikal bebas, serta mendukung kesehatan jantung dan kulit. Karena itu, buah tetap menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
Selain menyediakan nutrisi, jus juga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh, terutama jika dibuat dari buah yang memiliki kadar air tinggi, seperti semangka, melon, dan jeruk.
Bagi lansia maupun orang yang sedang menjalani masa pemulihan, jus dapat menjadi alternatif untuk memperoleh asupan gizi ketika mengonsumsi buah utuh terasa lebih sulit.
Meski demikian, cara pengolahan jus perlu menjadi perhatian. Proses penyaringan ampas atau penggunaan juicer dapat mengurangi kandungan serat yang berfungsi menjaga kesehatan saluran pencernaan, membantu mengendalikan kadar gula darah, serta memberikan rasa kenyang lebih lama.
Oleh karena itu, mengonsumsi buah secara utuh atau mengolahnya menggunakan blender lebih disarankan agar kandungan serat tetap terjaga.
Hal lain yang tidak kalah penting ialah kandungan gula dalam jus. Gula alami dari buah lebih cepat diserap tubuh ketika dikonsumsi dalam bentuk jus dibandingkan buah utuh.
Penambahan gula, sirup, maupun pemanis lainnya juga dapat meningkatkan asupan kalori sehingga sebaiknya dihindari.
Agar manfaat jus lebih optimal, gunakan buah segar tanpa tambahan pemanis dan konsumsi dalam porsi yang wajar.
Menambahkan sayuran, seperti bayam, mentimun, atau seledri, juga dapat meningkatkan nilai gizi sekaligus memberikan cita rasa yang lebih seimbang.
Bagi penyandang diabetes atau mereka yang sedang mengontrol kadar gula darah, konsumsi jus sebaiknya mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Sejumlah penelitian menunjukkan buah utuh memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar dibandingkan jus karena kandungan seratnya tetap terjaga. Studi yang dipublikasikan dalam The BMJ oleh Muraki dkk. (2013) menemukan konsumsi buah utuh berkaitan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, sedangkan konsumsi jus buah secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit tersebut.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan *Dietary Guidelines for Americans* 2020–2025 juga merekomendasikan buah utuh sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi buah setiap hari.










