"Dulu saya merasa sehat sehingga jarang memperhatikan pola makan atau berolahraga. Setelah mengikuti skrining kesehatan, saya jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak sekarang. Sekarang saya rutin jalan kaki setiap pagi, mengurangi makanan manis, dan lebih tenang karena kepesertaan JKN saya selalu aktif jika suatu saat membutuhkan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Pengalaman Hartono menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika seseorang telah sakit.
Kebiasaan sederhana, seperti mengatur pola makan, rutin berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, dapat menjadi langkah awal untuk mengenali risiko penyakit lebih dini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari mengatakan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, dan gagal ginjal, masih menjadi tantangan besar dalam pembiayaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurutnya, sebagian penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah apabila masyarakat mulai menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
“BPJS Kesehatan tidak hanya hadir ketika peserta membutuhkan pengobatan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menjaga kesehatannya agar tetap produktif. Kami mengajak masyarakat membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak, rutin berolahraga, menghindari rokok, mengelola stres dengan baik, serta melakukan deteksi risiko kesehatan sejak dini melalui fitur Skrining Riwayat Kesehatan pada Aplikasi Mobile JKN,” ujar Ita.
Ia menjelaskan, skrining kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk mengenali faktor risiko sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak menunggu munculnya keluhan untuk mulai memperhatikan kondisi kesehatannya.
Selain menerapkan pola hidup sehat, peserta JKN juga diimbau memastikan status kepesertaannya tetap aktif. Dengan demikian, peserta dapat memperoleh layanan kesehatan secara komprehensif, mulai dari upaya promotif dan preventif hingga pelayanan kuratif apabila sewaktu-waktu diperlukan.
Bagi Hartono, kebiasaan menjaga kesehatan kini menjadi bagian dari rutinitas yang ingin terus dipertahankannya.
Ia berharap semakin banyak masyarakat memanfaatkan layanan promotif dan preventif yang tersedia sehingga risiko penyakit kronis dapat dikenali dan dicegah lebih awal.
Menurutnya, menjaga kesehatan sejak dini merupakan bentuk investasi agar seseorang tetap dapat beraktivitas bersama keluarga tanpa dibayangi risiko penyakit yang sebenarnya dapat dikendalikan.
“Bagi saya, sehat itu bukan hanya ketika tidak sakit, tetapi ketika kita mau mulai menjaga diri sebelum penyakit datang. Dengan pola hidup sehat dan kepesertaan JKN yang selalu aktif, saya merasa lebih siap menjalani hari-hari ke depan,” tutupnya. (*)










