MADIUN,BANGSAONLINE.com - BPJS Kesehatan menggelar Media Workshop secara daring dan luring dengan materi mengenai pelayanan jantung dalam Program JKN, mulai dari akses pelayanan berkualitas hingga layanan jantung canggih bagi peserta JKN.
Kegiatan tersebut berlangsung di RS Dustira, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026).
Direktur Utama BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn.) Prihatin Pujowaskito menyampaikan bahwa penyakit jantung menjadi salah satu penyakit dengan pembiayaan terbesar oleh BPJS Kesehatan, disusul gagal ginjal dan stroke.
Menurut Prihatin, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan tindakan promotif dan preventif bagi peserta JKN agar menerapkan pola hidup sehat. Upaya itu diharapkan dapat menekan jumlah penderita penyakit jantung sehingga pembiayaan BPJS Kesehatan dapat dialokasikan secara lebih merata.
"Saya sarankan FKTP punya EKG, dokter umum harus bisa membaca irama yang tidak teratur. Sehingga segera bisa dilakukan tindakan yang diperlukan," terangnya.
Seiring tingginya kasus penyakit jantung, BPJS Kesehatan Cabang Madiun juga telah melakukan berbagai persiapan, salah satunya dengan memastikan ketersediaan rumah sakit yang memberikan pelayanan bagi pasien penyakit jantung.
Sebanyak 24 rumah sakit menyediakan pelayanan jantung di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun.
Fasilitas tersebut tersebar di lima wilayah, yakni tujuh rumah sakit di Kabupaten Ponorogo, delapan rumah sakit di Kota Madiun, tiga rumah sakit di Kabupaten Madiun, dua rumah sakit di Kabupaten Magetan, dan empat rumah sakit di Kabupaten Ngawi. Hal tersebut disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari.
"Rumah sakit mana saya yang tersedia alat medisnya sudah saya sampaikan, dan hanya 1 RS yang memiliki layanan Jantung dan cathlab yaitu Soedjono," terang Wahyu.
Wahyu menambahkan, apabila terdapat pasien yang tidak dapat terlayani di wilayah Madiun dan membutuhkan rujukan, pasien dapat dirujuk ke RS dr Soetomo atau RS Mawardi yang berada di Solo.
Sementara itu, kegiatan promotif dan preventif di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Madiun juga telah rutin dilakukan melalui skrining kesehatan bagi peserta JKN setiap tahun.
Apabila hasil skrining menunjukkan peserta JKN memiliki gejala penyakit jantung, peserta akan diarahkan mengikuti prosedur pemeriksaan sesuai alur pelayanan yang berlaku, termasuk pemeriksaan di FKTP dan tahapan selanjutnya.
"Sejak awal JKN itu salah satu manfaat screening sudah untuk mendeteksi resiko terhadap penyakit jantung, darah tinggi, diabetes, dan gagal ginjal kronis," pungkasnya. (dro/van)










