Ringkasan Berita
- Polisi Bojonegoro menyelidiki dugaan pelecehan seksual terhadap siswa SMP dalam angkot setelah video aksi tak senonoh oleh penumpang pria viral di media sosial.
- Rekaman video dibuat oleh penumpang lain yang curiga dan melihat korban memberikan gestur minta tolong, namun ia takut menegur dan memilih turun saat kemacetan.
- Kasat Reskrim menyatakan korban telah dimintai keterangan dan pelaku diduga bukan kernet, melainkan penumpang lain, sehingga identitasnya masih diburu.
- Viralnya video memicu perdebatan warganet antara yang menyayangkan kurangnya pertolongan langsung dan yang memahami risiko serta pilihan keselamatan perekam.
Perekam juga menjelaskan alasan tidak langsung menegur maupun menghentikan dugaan aksi pelaku. Ia mengaku khawatir terhadap keselamatan dirinya sehingga memilih turun saat angkot terjebak kemacetan di Perempatan Desa Pungpungan.
"Melihat penumpang siswa tadi dengan seksama lalu melakukan hal seperti yang di video tersebut, siswa tersebut sebenarnya risih seperti meminta tolong. Tetapi saya sendiri juga takut, setelah perempatan Pungpungan macet jadinya saya bisa beralasan turun karena sudah takut," ungkap perekam melalui unggahan tersebut.
Video tersebut memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menyayangkan perekam tidak segera memberikan pertolongan kepada korban.
Namun, sebagian lainnya menilai perekam berada dalam situasi yang juga berisiko sehingga memilih mengutamakan keselamatan dirinya.
Merespons video yang viral, Satreskrim Polres Bojonegoro langsung bergerak melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Cipto Dwi Leksana mengatakan polisi telah meminta keterangan korban.
"Korban tadi langsung kita temukan, siswa setara SMP. Sudah kita mintai keterangan dan ciri-ciri pelakunya. Tapi informasi awal bukan kernet pelakunya tapi penumpang lain," kata AKP Cipto Dwi Leksana, Kamis (23/7/2026). (van)










