Peninjauan itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen Partai Golkar dalam memperkuat pilar akademik sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Arief Rosyid Hasan menegaskan, sejak awal berdiri Partai Golkar dibangun di atas tiga pilar utama, yakni politik, ekonomi, dan akademik.
Karena itu, perhatian terhadap dunia pendidikan menjadi bagian dari tanggung jawab strategis partai dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Menurutnya, Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya memiliki hubungan historis dengan Partai Golkar sehingga keberlangsungan lembaga tersebut perlu terus dijaga dan dikembangkan.
"Penguatan sektor pendidikan bukan sekadar program, tetapi menjadi bagian dari jati diri Partai Golkar. Kami ingin pilar akademik tetap hidup dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Arief.
Ia juga mengapresiasi langkah Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, yang dinilai konsisten menjadikan sektor pendidikan sebagai salah satu fokus pengabdiannya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang Djoko Prihatin mengakui YPIK saat ini masih membutuhkan perhatian, terutama dalam pemenuhan infrastruktur pendidikan yang belum memadai.
Karena itu, pihaknya mengajak jajaran DPP Partai Golkar untuk melihat langsung kondisi di lapangan agar kebutuhan yayasan dapat diperjuangkan di tingkat pusat.
"Kami ingin Golkar hadir tidak hanya dalam kontestasi politik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi persoalan pendidikan. Pendidikan adalah investasi terbesar menuju Indonesia Emas 2045," kata Djoko.
Ia menjelaskan, YPIK juga menjalankan misi sosial melalui penyelenggaraan pendidikan gratis bagi jenjang SMP dan SMA.
Namun, keterbatasan fasilitas membuat pengembangan lembaga belum dapat dilakukan secara optimal.
Djoko berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal lahirnya dukungan konkret dari DPP Partai Golkar untuk mempercepat pembangunan sarana pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya Malang Sunari Tanto menyebut kunjungan Sekretaris Bidang Akademisi DPP Partai Golkar sebagai momen bersejarah.
Menurutnya, selama lebih dari empat dekade berdiri, baru kali ini yayasan menerima kunjungan langsung dari pengurus pusat yang secara khusus memberikan perhatian terhadap perkembangan lembaga pendidikan di daerah.
Ia mengungkapkan, pandemi COVID-19 sempat menjadi masa paling berat bagi yayasan akibat menurunnya jumlah mahasiswa dan siswa.
Kondisi tersebut turut memengaruhi kemampuan yayasan dalam membangun fasilitas pendidikan.
Meski demikian, kondisi yayasan mulai berangsur membaik seiring meningkatnya jumlah peserta didik serta dimulainya berbagai upaya pembenahan.
Pihak yayasan berharap perhatian yang diberikan tidak berhenti pada kunjungan semata, tetapi berlanjut dalam bentuk dukungan terhadap penyelesaian pembangunan gedung, penyediaan sarana pembelajaran, serta penguatan fasilitas pendidikan lainnya. (dad/van)










