KOTA MALANG,BANGSAONLINE.com - BPC HIPMI Kota Malang dan BPC HIPMI Jakarta Pusat berkolaborasi mendorong 100 UMKM naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha hingga membuka akses pasar dan peluang ekspor.
Kolaborasi tersebut dilakukan bersama Sahabat UMKM Indonesia dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha, coaching, akses pendanaan, perluasan pasar, hingga peluang ekspor.
Program tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono, Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Pusat Teguh Agung Hartanto, dan Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM Indonesia Faisal Hasan Basri.
Program diawali dengan pembelajaran secara daring yang melibatkan HIPMI Kota Malang dan HIPMI Jakarta Pusat sebagai pengajar.
Selanjutnya, sebanyak 100 UMKM akan mengikuti coaching untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengembangan bisnis.
Faisal mengatakan, pendampingan menjadi kunci agar program pemberdayaan UMKM tidak berhenti pada tahap pelatihan.
“Pelatihan merupakan tahap awal. Setelah itu diperlukan coaching agar pelaku usaha mampu menerapkannya dalam bisnis. Ketika usaha semakin siap, akses pendanaan, pasar, dan peluang ekspor juga semakin terbuka.” kata Faisal, Minggu (23/8/2026)
Sementara itu, Hendi Suryo Leksono menegaskan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas manfaat HIPMI bagi masyarakat.
“HIPMI harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pengusaha tidak hidup sendiri. Pertumbuhan usaha juga harus menciptakan manfaat bagi lingkungan.” Hendi.
Menurut Hendi, pengusaha tidak hanya berperan sebagai economic actor, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun ekosistem di sekitarnya.
Di kesempatan yang sama, Teguh menilai posisi Jakarta Pusat sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan nasional membuka ruang besar bagi dunia usaha untuk berkontribusi terhadap persoalan ekonomi masyarakat.
“HIPMI tidak hanya bicara tentang bagaimana anggota kita tumbuh. Kita juga harus berpikir bagaimana ekosistem usaha di sekitar kita dapat tumbuh bersama.” terang Teguh
Pertemuan tersebut juga dimanfaatkan Hendi dan Teguh untuk bertukar pengalaman sebagai pelaku bisnis food and beverage (F&B), sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan usaha.
Kolaborasi Malang-Jakarta Pusat tersebut menjadi bagian dari upaya menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan jaringan bisnis nasional.
Hendi menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan pengusaha bukan hanya seberapa besar perusahaan kita tumbuh, tetapi juga seberapa banyak orang lain yang ikut tumbuh karena keberadaan kita.” ungkapnya. (dad/van)










