Hanya Dapat 15 Murid Baru, SDN Sisir 01 Batu Terdampak Revitalisasi Mangkrak

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - SDN Sisir 01 Kota Batu hanya menerima 15 peserta didik baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Minimnya jumlah pendaftar diduga dipicu kondisi gedung sekolah yang memprihatinkan akibat proyek revitalisasi yang terbengkalai.

Kepala SDN Sisir 01, Dewi Nugraheny, mengakui kondisi bangunan yang tidak layak menjadi alasan utama orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut, meski lokasinya berada di pusat Kota Batu.

"Tahun ini sekolah hanya mampu menerima 15 siswa baru. Padahal, SDN Sisir 05 yang lokasinya bersebelahan dapat menerima jumlah lebih banyak," ujar Dewi.

Menurut Dewi, proyek revitalisasi yang meliputi empat ruang kelas dan ruang perkantoran ditinggalkan kontraktor tanpa kejelasan penyelesaian. Akibatnya, sekolah tidak memiliki ruang kelas yang layak untuk kegiatan belajar mengajar sehingga kepercayaan masyarakat terus menurun.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batu (DPKB), Prof. Dr. Atok Miftachul Hudha, membenarkan kondisi tersebut. Temuan itu diperoleh setelah tim DPKB melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di berbagai jenjang pendidikan di Kota Batu.

"Kita menemukan berbagai hal, termasuk SDN Sisir 01 yang pembangunannya terbengkalai karena rekanan proyek tidak Bertanggung jawab," kata Atok.

Atok mengatakan rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN Sisir 01 tidak terlepas dari kondisi sarana dan prasarana sekolah yang memprihatinkan.

"Ternyata faktornya adalah gedung sekolah yang memprihatinkan. Revitalisasi empat ruang kelas dan ruang perkantoran terbengkalai karena ditinggalkan oleh pihak kontraktor yang tak bertanggung jawab," tegasnya.

Selain menyoroti kondisi SDN Sisir 01, DPKB juga mencatat sejumlah temuan lain selama pelaksanaan MPLS. Salah satunya, SMP PGRI 02 dan SMPN 06 memilih tidak melibatkan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dalam kegiatan MPLS.

Kedua kepala sekolah mengakui kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi perundungan (bullying) yang dikhawatirkan terjadi apabila melibatkan siswa senior. Meski demikian, kedua sekolah telah melakukan mitigasi dengan memberikan sosialisasi kepada orang tua murid baru sebelum MPLS dimulai.

Atok menegaskan, secara umum pelaksanaan MPLS di Kota Batu berlangsung dengan baik, menyenangkan, dan kreatif. DPKB mengapresiasi seluruh sekolah dan madrasah yang mampu memberikan pengalaman awal yang positif bagi para murid baru.

Selain itu, kata Atok, DPKB juga akan melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) di MIS Bahrul Ulum, Kecamatan Bumiaji, yang turut dilaksanakan melalui berbagai kegiatan yang menyenangkan bagi murid baru. (adi/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: